BID’AH

Saudara pembaca,
Dalam masyarakat Islam kita sering menemukan berbagai bentuk amalan yang dilakukan oleh masyarakat atau yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama, yang sepintas menyerupai syariat karena amalan tersebut dilakukan sebagai suatu keharusan pada waktu tertentu dan juga mengaharap suatu kebaikan di dalamnya.Amalan tersebut secara khusus tidak ditemukan dalil yang mensyariatkannya,baik dalam Al Quran maupun dari sunnah rasul,yang oleh sebagian ulama mengangapnya sebagai sunnah karena amalan tersebut berisi kegiatan-kegiatan yang disyariatkan oleh Allah dan Rasulullah SAW,yang katanya tidak ada dalil khusus tetapi ada dalil umum dalam Al Quran yang mensyariatkannya.
Saudara pembaca,
Perlu kita teliti dalam mengikuti atau melaksanakan suatu amalan yang tidak pernah diajarkan atau dicontohkan oleh Rasulullah SAW (dalil khusus),karena Rasulullah SAW itu adalah guru agama Islam yang diutus oleh Allah untuk mengajar Islam dan memberikan contoh kepada umat Islam tentang cara pelaksanaan Islam dan Allah telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna dan telah diridhoi-Nya Islam itu menjadi agama (QS. Al Maaidah:3).Dan pada ayat lain dikatakan,”Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil (QS. Al An’aam:115). Rasulullah SAW juga telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna,bahwa segala kebaikan yang dapat mendekatkan kepada surga dan yang dapat menjauhkan kepada neraka telah diajarkan semua dan tidak ada yang tersisa.Oleh karena itu Raslullah SAW berpesan agar kita berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah sahabatnya dan agar kita menjauhi perkara baru (dalam urusan agama),karena segala perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap adalah sesat (HR. Abu Dawud),dan segala kesesatan balasannya adalah neraka (HR. Muslim).
Perkara baru yang dimaksud Raslullah SAW adalah amalan baru yang menyerupai syariat.Rasullah SAW telah menyatakan bahwa barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya perintah (agama) kami,maka amalan itu tertolak (HR.Bukhari dan Muslim).
Perlu saudara ketahui bahwa tidak semua perkara yang baru di dalam agama Islam adalah bid’ah.Perkara baru yang dimaksud bid’ah adalah amalan yang tidak pernah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW,yang andai Rasulullah SAW mau melakukan amalan tersebut maka tidak ada penghalangnya karena fasilitas tersedia.Sedangkan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW karena fasilitas tidak tersedia dan Rasulullah SAW mau melakukannya maka bukanlah bid’ah.
Contoh menulis Al Quran di kertas dan dijilid menjadi kitab,Rasulullah SAW tidak melakukannya karena fasilitas tidak tersedia waktu itu.Padahal Rasulullah SAW hendak melakukannya,sehingga yang dilakukan Rasulullah SAW adalah memerintahkan menulis Al Quran pada pelepah kurma dan tidak menjilidnya karena tidak mungkin pelepah kurma bisa dijilid.Dan seandainya telah ada kertas atau percetakan pada zaman Rasulullah SAW maka tidak mungkin Rasulullah SAW memerintahkan menulis Al Quran dipelepah kurma,tentu ditulis pada kertas. Jadi penggunaan fasilitas untuk mendukung kelancaran suatu amalan ibadah bukanlah bid’ah,yang dipersoalkan adalah amalan,bukan fasilitasnya.
Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat.Maka tidaklah pantas bagi kita sebagai umatnya untuk membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan “tidak,ada bid’ah hasanah atau ada bid’ah wajib”.Tidak ada bid’ah hasanah,tidak ada bid’ah kalau Rasulullah SAW telah menyatakan setiap bid’ah adalah sesat,apakah kita lebih memahami agama Islam daripada Rasulullah SAW sehingga kita berani mengatakan ada bid’ah hasanah.Tidak orang yang lebih paham agama Islam daripada Rasulullah SAW.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s