Ceramah Ramadhan KEUTAMAAN PUASA

Posted on Updated on

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Alhamdulillahi Rabbil Alamin,wassalatu wassalam ala nabiyullah SAW wa ala alihi wa jamaah muslimin wal muslimat.ammabaadu
Marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan sebenar-benarnya, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta dengan mensyukuri segala nikmat-Nya,antara lain nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita masih bisa memasuki bulan ramahdan tahun ini untuk memperbaiki dan memperbanyak bekal ke negeri akhirat..
Shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dan senantiasa taat kepada-Nya.Pada kesempatan ini saya akan membawakan ceramah yang berjudul Keutamaan puasa
uzt ulis
Jamaah tarwih yang sama-sama berbahagia
Setiap umat Islam pasti pasti sudah tahu yang namanya puasa.Shaum atau puasa secara bahasa bermakna imsâk atau menahan; dan secara syar’i bermakna: Menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan mulai terbitnya fajar shubuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.Segenap umat Islam sepakat bahwa puasa di bulan Ramadhan itu hukumnya fardhu (wajib). Dalilnya adalah firman Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah: 183)
Dalil dari hadits (sunnah) adalah sabda Rasulullah,yang artinya
“Islam dibangun di atas lima perkara, –disebutkan di antaranya– puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari).
Barangsiapa yang tidak berpuasa sekalipun satu hari di siang Ramadhan tanpa udzur (alasan yang dibenarkan syara’) maka ia telah melakukan satu dosa besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda tentang mimpi yang pernah ia saksikan:
“Sampai ketika aku berada di tengah gunung, tiba-tiba terdengar suara-suara yang sangat keras. Maka aku bertanya, “Suara apa ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah teriakan penghuni neraka.” Kemudian dia (Jibril) membawaku pergi, tiba-tiba aku telah berada di hadapan suatu kaum yang digantung dengan kaki di atas dan sudut mulut mereka terkoyak, dari sudut mulut mereka bercucuran darah. Maka aku bertanya, “Siapa mereka?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum sampai waktunya.” (Shahihut Targhib wat Tarhib: 1/420)
Jamaah tarwih yang sama-sama berbahagia
Keutamaan puasa itu sangat besar. Di antara hadits shahih yang menerangkan keutamaannya adalah bahwasanya puasa telah dikhususkan oleh Allah bagi diri-Nya, dan bahwasanya Dialah yang langsung memberikan pahalanya, dengan melipatgandakan pahalanya untuk orang yang berpuasa dengan tanpa batas. Hadits menyebutkan:
“Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah milik (bagi)-Ku dan Aku yang memberikan pahalanya.” (HR. Al-Bukhari).
Dan sesungguhnya puasa itu tiada tandingannya, do’a orang yang berpuasa tidak ditolak, orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, yaitu apabila ia berbuka puasa ia gembira karenanya, dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya ia bahagia karena puasanya, puasa dapat memberikan syafa’at pada hari Kiamat kepada orang yang berpuasa, dimana ia akan berkata, “Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makanan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberikan syafa’at kepadanya”, dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak kasturi, puasa adalah perisai dan benteng yang paling kuat (yang mencegah) dari api neraka, dan barangsiapa yang berpuasa satu hari fi sabilillah niscaya Allah menjauhkan mukanya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan, dan barangsiapa berpuasa satu hari karena semata mengharap keridhaan Allah dan ia mati dalam keadaan berpuasa, niscaya ia akan masuk surga, di surga itu ada pintu yang disebut Rayyan, darinya orang-orang yang berpuasa masuk (surga) dan tidak seorang pun masuk lewat pintu itu selain mereka.
Sesungguhnya Ramadhan merupakan pilar (rukun) Islam, Al-Qur’an diturunkan di dalam bulan ini dan pada bulan ini pula terdapat Lailatul Qadar yang lebih baik dari pada seribu bulan. Apabila bulan Ramadhan tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Puasa di bulan Ramadhan sama dengan puasa sepuluh bulan penuh.
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni, dan Allah mempunyai banyak orang-orang yang dibebaskan (dari neraka) pada setiap berbuka.
Jamaah tarwih yang sama-sama berbahagia
Puasa mengandung banyak hikmah dan faedah,antara lain:
1. yang berkisar pada ketaqwaan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata’aala di dalam firman-Nya: “agar kamu bertaqwa.”.Sesungguhnya apabila nafsu dapat menahan dirinya dari perbuatan halal karena mendambakan keridhaan Allah subhanahu wata’aala dan takut hukuman-Nya, maka sudah pasti tunduk untuk menahan diri dari yang haram.
2. Sesungguhnya apabila perut seseorang lapar, maka rasa lapar indra yang lain terhalangi, dan apabila perutnya kenyang, maka akan laparlah lisan, mata, tangan dan kemaluannya (nafsu seksnya). Jadi, puasa itu dapat mematahkan rongrongan setan dan melumpuhkan syahwat dan menjaga anggota tubuh.
3. Sesungguhnya apabila orang yang berpuasa itu merasakan penderitaan lapar, maka ia akan merasakan pula penderitaan orang-orang fakir, maka akan timbullah rasa belas kasih dan uluran tangan untuk menutup kebutuhan mereka.
4. Sesungguhnya puasa dapat mendidik dan menumbuhkan kemauan menghindarkan dari hawa nafsu dan jauh dari kemaksiatan, karena di waktu berpuasa kita dapat memaksa tabi’at kita dan menyapih nafsu dari kebiasaan-kebiasaannya.
5. Puasa juga membiasakan kita berdisiplin dan tepat waktu, yang mampu menanggulangi keteledoran banyak orang jikalau mereka berakal.
6. Puasa juga menampakkan prinsip kesatuan kaum muslimin, dimana segenap umat berpuasa dan berhari raya bersama pada bulan yang sama.
7. Di dalam berpuasa juga terdapat kesempatan yang sangat berharga bagi para da’i untuk menyeru manusia ke jalan Allah subhanahu wata’aala dimana pada bulan ini hati mereka cenderung ke mesjid-mesjid.
Sebagai kesimpulan marilah kita meraih keutamaan dan manfaat puasa dengan melaksanakan puasa yang sebenar-benarnya,melaksanakan amalan sunnah pendukungnya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak pahalanya,terimah kasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kesalahan saya, Wassalamu alaium wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s