Ceramah Ramadhan:Anak Shalih Adalah Masa Depan Orang Tua

Posted on Updated on

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraatuh
Al-hamdulillah, puji syukur kita kepada Allah, di mana kita masih diberi nikmat karunia-Nya, sehingga sampai saat ini, kita masih bisa menyaksikan dan menyambut lagi kedatangan Bulan suci Ramadhan, pada tahun ini. Salam penghormatan dan keselamatan kita kirimkan kepada guru agama kita Rasulullah Muhammad SAW yang telah mengajar kita ajaran agama yang benar sehingga kita bebas dari ajaran-ajaran nenek moyang yang sesat.
DSC_0002013
Jemaah muslimin wal muslimat yang semoga dirahmati Allah
Pada malam ini saya akan membawakan ceramah singkat yang berjudul Pentingnya Memiliki Anak Shaleh
Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya.
Sewaktu melangsungkan pernikahan maka pertama kali yang dipikirkan dan yang dilakukan adalah membuat anak.Bila bertemu dengan keluarga atau sahabat maka yang pertama dipertanyakan anah anak. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bangga bila umatnya memiliki banyak anak,sebagaimana sabdanya:تَزَوَّجُوا الْوَلُوْدَ وَالْوَدُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمْ.
Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Daud).
Namun, yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih, agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. Namun keinginan orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. Keinginan tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan.
Jamaah tarwih yang semoga dimuliakan Allah
Sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi bintang film (Artis), bintang iklan, fotomodel dan lain-lain. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti artis-artis yang terkenal itu. Padahal dibalik itu semua mereka tidak tahu kehidupan buruk artis-artis yang mereka ideolakanm,yang jauh dari tuntunan agama.ehidupan sebagian besar artis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. Hura-hura, pergaulan bebas, miras, narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka.Mereka tidak tahu arah dan tujuan mereka diciptakan oleh Allah yaitu semata-mata untu berbakti kepada-Nya.
Jamaah tarwih yang semoga dimuliakan Allah
Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya, maka Orang tua harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agamanya.Mengabaikan pendidikan agama akan membuat anak kita menjadi salah arah dan keluar dari jalan kebenaran.Karena Pendidikan agama dapat membuat anak kita memiliki keyakinan dan ibadah yang benar,menjadi anak yang saleh,yang suka bekerja keras,jujur dan akhlak mulai lainnya.
Jamaah tarwaih yang semoga dimuliakan Allah
Anak yang saleh dapat menjadi penolong bagi tuanya bila telah mati. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , bersabda:
إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.
Artinya: “Jika mati anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim).
Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan,melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala , dan menjauhi larangan-laranganNya. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan agama-Nya, maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala dan senang bermaksiat kepadaNya. Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus.
Jika anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala .

Jamaah tarwaih yang semoga dimuliakan Allah
Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu, amalan-amalan mereka senantiasa bersambungan dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah mati. Jadi Sebagai orang tua yang beriman kepada kehidupan akhirat jadikanlah anak-anak kita sebagai anak saleh,antara lain dengan cara.
1. Didiklah dengan ajaran agama yang benar
2. Berilah contoh atau teladan bagaimana menjadi orang saleh.Pemberian contoh atau teladan jauh lebih berrti daripada hanya sekedar berkata.Kalau menginginkan anaknya rajin ke masjid maka orangtuanya harus rajin ke masjid.
3. Awasi perilaku anak,tegur dan perbaiki kesalahannya
4. Beri semangat dengan pujian atau hadiah bila anak melakukan suatu kebajikan
5. Jangan segang menghukum anak yang suka melanggar aturan dengan hukuman mendidik yaitu yang tidak merusak mental anak.
Pendidikan yang didapatkan anak di dalam keluarga merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak, kepribadian dan karakternya.
Sebagai kesimpulan bahwa Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman, maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman, maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan,Wassalamu alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s