RAMADHAN SEBAGAI UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUSLIM

Posted on Updated on

RAMADHAN SEBAGAI UNIVERSITAS
PENDIDIKAN MUSLIM
Oleh: Elsah,S.Pd
Humas SMPN 2 Tarowang

A. Pendahuluan
Seseorang tentu akan merasa bangga bila menempuh pendidikan secara gratis pada sebuah universitas favorit,apalagi bila universitas favorit itu bertaraf internasional.Terlebih lagi bila berhasil menyelesaikan pendidikannya itu sesuai dengan waktu dan dengan peringkat tertinggi (cum laude) dan lebih mengganggakan lagi bila seluruh dunia usaha atau lapangan kerja terbuka untuknya.
Begitupun halnya kita sebagai makhluk yang harus berjuang di dunia ini untuk sebuah kehidupan yang lebih baik dan lebih kekal dinegeri akhirat.Alangkah bangganya kita kelak di negeri akhirat bila kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang dimuliakan Allah karena prestasi hidupnya selama di dunia,lebih bangga lagi bila kita mendapat keistimewaan dengan fasilitas kendaraan ketika harus berkumpul di padam mahsyar sedangkan yang lain dengan susah payah berjalan kaki,lebih bangga lagi ketika memperoleh keistimewaan di saat harus melewati titian yang terbentang di atas jahannam,kita menyeberang bagaikan kilat sedangkan yang lainnya harus bersusah payah melewati titian yang dikelilingi duri di atas bara api dan sangat membanggakan lagi kala memasuki surga di tingkatan yang tinggi tanpa melalui pemeriksaan yang melelahkan sedangkan yang lain harus puas menikmati siksaan di dalam neraka.
Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,mendorong manusia agar berlomba-lomba berusaha meraih kenikmatan akhirat dan dengan tidak melupakan usaha untuk meraih kenikmatan dunia (QS.Al Qashas:77).Sebagai salah satu bukti kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya adalah mengadakan waktu dalam setahun sebagai masa beribadah yang penuh dengan keistimewaan,yang di dalamnya mengandung kesempatan untuk menempuh pendidikan dan latihan ibadah untuk menjadi seorang muslim,kesempatan untuk memperbanyak bekal akhirat, kesempatan untuk menjadi sosok manusia di sisi Allah dan di mata sesama manusia, kesempatan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah guna mendapatkan Ridha dan Rahmat-Nya.
Ramadhan adalah sebuah universitas yang diadakan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang diberi iman,yang mempergunakan akalnya dan yang mengharap Rahmat-Nya.Universitas ini bukan saja bertaraf internasional,melainkan bertaraf multi internasional karena bukan saja diikuti oleh bangsa manusia,melainkan diikuti pula oleh bangsa jin di seluruh dunia.Hasilnya sangat membanggakan,karena bagi yang berhasil lulus dengan predikat takwa dalam pendidikan Allah di unversitas ini akan memperoleh kedudukan yang tinggi di sisi Allah melebihi dari kedudukan seorang bupati,gubernur,presiden bahkan melebihi dari malaikat.Dan sebaliknya,bagi yang gagal dengan IPK (Indeks Prestasi Ketakwaan) kurang dari standar yang telah ditetapkan Allah maka akan memperoleh kedudukan yang terhina bahkan lebih hina dari binatang. Bagi orang yang beriman dan berakal maka inilah universitas yang terbaik baginya karena dipimpin dan dinilai langsung oleh Allah.Memasukinya pun mudah yang penting ikhlas dan sabar menjalani aturan pendidikan.
DSC_0002013

B. Pendidikan di dalam Universitas Ramadhan
Pendidikan yang ditawarkan Allah di bulan Ramadhan adalah pendidikan yang utuh,menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia,baik pendidikan jasmani maupun rokhani,pendidikan keakhiratan dan pendidikan dunia,sehingga siapapun yang berhasil dalam pendidikan ini akan menjadi manusia yang utuh dalam kehidupan dunia dan akhirat. Manusia yang utuh adalah gambaran dari seorang yang bertakwa yang mencapai predikat muslim sebagaimana yang diharapkan Allah,sehingga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar bertakwa kepada -Nya dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah mati kecuali dalam keadaan muslim.
Banyak di antara kita yang mengaku beragama Islam atau muslim,namun tidak semua memperoleh pengakuan dari Allah sebagai seorang muslim.Dan Allah sangat mengharapkan agar orang-orang yang mengaku Islam/muslim itu benar-benar menjadi seorang muslim.Oleh karena itu Allah mengadakan Ramadhan sebagai universitas pencetak muslim.

Sesungguhnya yang menjadi perhatian dan penilaian Allah pada diri manusia bukanlah berapa banyak ibadah yang dilakukan,atau sudah berapa kali melakukan haji atau umrah,atau sudah berapa banyak harta yang disedekahkan kepada orang lain,melainkan bagaimana keadaan hati kita,gelap atau terang,buta atau melihat,bagaimana ketaataan dan keikhlasannya.Apalah arti ibadah yang banyak kalau hati tidak ikhlas.Apalah arti al Quran dan Sunnah Rasul kalau hati buta atau tertutup menerima kebenaran.Makanya sasaran pendidikan di bulan Ramadhan adalah mendidik hati agar menjadi terang dengan ilmu,agar bersih dengan bertaubat,agar taat dan ikhlas dengan pendidikan dan latihan.
1. Ketaatan
Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk taat’“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(QS.An Nisaa:59).
Hati yang memiliki ketaatan akan menantiasa tunduk patuh pada aturan-aturan Allah kapan dan dimanapun berada.Mereka taat melaksanakan perintah Allah,Perintah rasul dan perintah dari pemerintah.Mereka taat meninggalkan larangan Allah,larangan Rasul dan larangan pemerintah.Mereka mentaati pemerintah sebagai wujud ketaatannya kepada Allah dan Rasul.Mereka takut mendurhakai pemerintah karena takutnya mendurhakai Allah,“Seorang muslim wajib mematuhi pemerintah yang dia sukai dan dia tidak sukai,kecuali bila diperintah untuk berbuat maksiat” (HR.Muslim)
“Keputusan pemerintah yang berdasarkan Al Quran wajib dipatuhi” (HR,Muslim)
“Barangsiapa yang taat kepada pemerintah berarti taat kepadaku (Rasulullah) dan barangsapa yang durhaka kepada pemerintah berarti durhaka kepadaku”(HR.Muslim).
Orang yang hatinya memiliki ketaatan akan senantasa melakukan ibadah kapan dan di mana,tidak harus menunggu datangnya Ramadhan untuk berjamaah di masjid.Tidak harus menunggu Ramadhan untuk membaca dan mempelajari al Quran,tidak seperti diantara kita yang berjiwa bisnis,nanti Ramadhan baru meninjak masjid,nanti Ramadhan baru membaca al Quran atau bersedekah.Allah menyukai amalan saleh,yaitu amalan yang rutin dilakukan meskipun Cuma sedikit daripada banyak tetapi menunggu datangnya musim.
Ketaatan hati hendaknya ditujukan kepada Allah semata dan tdak boleh bercabang kepada selalin Allah,misalnya taat kepada ajaran Allah dan taat pula kepada ajaran nenek moyang akhirnya kita campuradukkan dalam satu kegiatan,maka hasilnya bukanlah ketaatan melainkan pelanggaran karena Allah telah berfirman,”Janganlah kamu mencampuradukkan antara yang hak dengan yang batil” (QS. Al Baqarah:42).”Maka sesungguhnya telah kujadikan kamu berada di atas syariat (peraturan) dalam urusan agama,Ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”(QS.Al Jaatsyah:18).
ulis dirga
2. Keikhlasan
Syarat utama di terimanya ibadah di sisi Allah adalah keikhlasan melakukan ibadah itu,yaitu ibadah dilakukan semata-mata tertuju kepada Allah;karena taat pada Allah,karena takut kepada Allah,karena mengharap rdha atau rahmat Allah,dan bukan tertuju kepada selain Allah seperti kepada manusia (menharap pujian,malu,takut takut mengharap jabatan dan materi);kepada jin (takut atau mengharap bantuan) atau kepada ciptaan Allah lainnya.
Allah memerintahkan kepada kita untuk ikhlas beribadah,sebagaimana firman-Nya;”Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan menyembah kepda Allah dengan ikhlas mentaati-Nya dalam (menjalankan) agama” (QS. Al Bayyinah:5).
Orang yang hatinya ikhlas beribadah akan senantiasa melakukan ibadah kapan dan dimanapun,baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.Orang yang ikhlas tidak harus menunggu Ramadhan untuk shalat berjamaah di masjid karena di luar Ramadhanpun masjid adalah tempat ibadahnya.Tidak harus menunggu Ramadhan untuk shalat malam,karena shalat malam sudah menjadi rutinitas pada malam-malam di luar Ramadhan,karena yang mereka kejar bukan pujian,bukan pengakuan,bukan surga yang dicntai atau bukan neraka yang dtakuti,melainkan ridha dan rahmat Allah yang diharapkan.
Bila hati seorang umat Islam telah memiliki ketaatan dan keikhlasan maka tidak ada lagi tempat bagi setan untuk menyesatkan manusia,tidak ada lagi masjid yang sepi di luar Ramadhan,tidak ada lagi kecurangan ataupun korupsi.Namun,itu tidak mungkin terjadi kecuali kepada yang dikehendaki allah,karena Allah yang berkuasa memberi pentunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.”Siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemeberi petunjuk baginya dan siapa yang diberi petunjuk maka tak seorangpun yang dapat menyesatkannya” (QS.Az Zumar:36-37).
Bersyukurlah kita yang hidupnya masih mendapati bulan Ramadhan,berarti Allah masih memberi kesempatan bagimu untuk mengejar Rahmat-Nya dengan mengikuti program pendidikan Ramadhan,berarti masih harapan bagi kita untuk meraih petunjuk-Nya karena tidak semua manusia bisa meraih petunjuk Allah kecuali yang dikehendaki-Nya.”Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus” (QS. Al Baqarah:213).
Bulan Ramadhan adalah bulan berkah bagi orang telah taat dan ikhlas beribadah,bulan diklat bagi orang yang mau berusaha memperbaiki diri untuk kembali kepada jalan Allah.Bentuk pendidikan yang disediakan dalam pendidikan Ramadhan,antara lain:
1. Pendidikan Islam,yaitu pemberian kesempatan bagi umat Islam untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan agama Islam, antara lain dengan membaca dan mengkaji al Quran terjemahan, mempelajari hadis-hadis nabi, mengikuti pengajian atau ceramah-ceramah,mendatangi ulama untuk belajar agama, agar kita bisa membedakan mana amalan sunnah dan mana amalan bid’ah,.Yang sunnah kita tegakkan dan yang bid’ah kita tinggalkan.banyak diantara kita yang ahli ibadah tapi ahli pula dalam amalan bid’ah karena kurangnya ilmu/pemahaman dalam agama sehingga mereka berdasarkan apa yang dilihatnya dari apa yang dilakukan oleh kebanyakan manusia,tapi melihat dasar amalan itu,padahal Allah telah mengingatkan, “Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” (QS. Al An’aam : 116).“ Sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya kalau begitu, kamu benar-benar (menjadi) orang yang merugi “ (QS. Al Mukminuum : 34).
Banyak hati yang tidak memiliki ketaatan dan keikhlasan hanya karena kurangnya ilmu agama yang dimilikinya dan setelah mereka memahami agama maka hatinya menjadi mantap.Oleh karena itu beruntunglah orang-orang yang dibuka hatinya oleh Allah di bulan Ramadhan untuk mempelajari agama Islam.Barangsiapa yang dihendaki Allah kebaikan baginya maka diberinya kemudahan dalam memaham agama.
th_040
2. Latihan
Bulan Ramadhan adalah bulan pelataihan diri,antara lain:
a. Latihan mengendalikan nafsu;seperti nafsu makan dan minum,nafsu birahi,nafsu menggosip,nafsu menyakiti orang lain,dan lain-lain.Dengan latihan mengendalkan nafsu maka diharapkan kita menjadi manusia yang bisa menguasai diri sendiri,bisa memimpin diri sendiri yang selama ini dikuasai oleh nafsu yang cenderung kepada kedurhakaan.Nafsu kalau tidak bisa dikendalikan maka akan menyesatkan diri kita,sebagaimana Firman Allah,”Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu,karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapatkan azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan” (QS.Shaad:26).
b. Latihan beramal saleh,yaitu amalan ibadah yang rutin dilakukan.Dengan belatih diri shalat pada waktunya,memperbayak ibadah sunnah,membaca Al quran maka setelah keluar dari Ramadhan kita akan terbentuk menjadi orang yang saleh,yang orang yang senantiasa melakukan amalan-amalan ibadah secara rutin karena telah didasari oleh ketaatan dan keikhlasan.Manfaatkanlah kesempatan di bulan Ramadhan ini untuk melakukan amalan apa saja yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
DSC_0002028
c. Latihan bersabar,yaitu sabar melakukan ibadah;sabar meninggalkan larangan Allah dan sabar menerima sesuatu yang telah menjadi ketetapan Allah,seperti sabar menahan lapar dan haus, sabar menahan nafsu birahi; sabar menahan bisikan setan yang menyuruh kita melakukan kecurangan dan sabar atas perlakuan buruk orang lain.Dengan latihan bersabar di Bulan Ramadhan maka membentuk diri kita menjadi orang-orang yang sabar di luar bulan Ramadhan.Allah beserta dengan orang-orang yang sabar (QS.Al Baqarah:153).Kabar gembira bagi orang-orang yang sabar adalah baginya keselamatan,berkah dan Allah akan selalu memberinya petunjuk (QS. Al Baqarah:157).Orang yang sabar akan senantiasa diberi pahala tanpa batas (QS.Az Zumar:10),dan kepadanya dianugerahi keberuntungan yang besar (QS.Fushshilat:35).
d. Latihan ketaatan pada sunnah,yaitu melatih diri untuk melaksanakan amalan ibadah yang disyariatkan saja oleh Allah dan Rasul-Nya dan melatih diri meninggalkan amalan-amalan bid’ah yang hanya membuang-buang waktu dan kesempatan karena amalan bd’ah itu sudah jelas statusnya,yaitu amalan yang tertolak (HR. Bukhari-Muslim) dan Rasulullah SAW telah memerintahkan umatnya untuk mennggalkan bid’ah karena setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan balasannya adalah neraka (HR.Abu Daud).Bila kita sudah berlatih meninggalkan bid’ah di bulan Ramdhan maka di luar Ramadhan kita akan menjadi seorang ahlusunnah wal jamaah.
Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan latihan untuk membiasakan diri melakukan amal saleh dan meninggalkan amal-amal maksiat,sehingga kalau sudah terbiasa maka kebiasaan itu akan diteruskan di luar Ramadhan. Dan bagi orang yang sudah terbiasa beramal saleh sebelum Ramadhan maka Ramadhan baginya adalah bulan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan bulan pemantapan diri sebagai muslim.
Barangsiapa yang bersungguh-sungguh berusaha menjadikan diri sebagai muslim sejati maka Allah akan membantu mewujudkannya.Barangsiapa yang bersungguh-sungguh berusaha mendekatkan diri kepada Allah maka Allah akan mendekatinya dan akan membangun istana di dalam hatinya.Melalui hatinyalah Allah akan memimpinnya ke jalan yang lurus.

Snapshot_20130713_7th_154
D. Penutup
Sangat beruntunglah kita yang masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mengikuti program Ramdahan untuk memperbaiki diri sebelum datangnya kematian yang akan memaksa kita menyesali segala apa yang telah kita lakukan karena telah telah diselimuti oleh berbagai siksaan di alam kubur.Oleh karena itu,marilah kita memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih sertifikat muslim,karena hanya orang muslimlah yang akan menggapa keselamatan di negeri akhirat.Bagi yang mengharap kemenangan di Bulan Ramadhan maka jalanilah program-programnya dengan sepenuh hati,ikhlas dan penuh kesabaran dan jangan lupa memohon kepada Allah agar diberi petunjuk,kekuatan dan kemenangan. Yang menjadi ukuran kemenangan adalah adanya peningkatan iman,Islam dan ihsan antara sebelum Ramadhan dengan setelah Ramadhan. Semoga kita meraih kemenangan atau lulus dalam pendidikan Ramadhan. (Palajau,Juli 2013).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s