TRADISI BARZANJI DALAM TINJAUAN SYARIAT (4)

Posted on

A. Bahaya di balik tradisi bid’ah
Baik atau buruknya barzanji termasuk amalan bid’ah karena:
1. Amalan seperti itu tidak pernah di ajarkan oleh Nabi SAW dan tidak pernah pula dilakukan oleh masyarakat pada zaman sahabat sepeninggal Nabi SAW, sehingga termasuk perkara baru yang diada-adakan dalam agama Islam sedangkan perkara baru yang diada-adakan itu dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
“ Kataakanlah:Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang Nampak atau yang tersembunyi,perbuatan dosa,melanggar hak manusia tanpa alas an yang benar,mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu,dan mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui”(QS.Al A’raaf:33).
“Jauhilah segala perkara baru yang diada-adakan (dalam agama).Setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan balasannya adalah neraka”(HR.Abu Daaud,Ad Daraimi dan Tirmidzi)
2. Tradisi barzanji mengandang kepercayaan baru bagi masyarakat yang tidak dikenal dalam aqidah Islam, yaitu dapat mendatangkan berkah dan membuang sial, dan menimbulkan keharusan untuk melakukannya. Jadi kepercayaan dan amalan barzanji telah menyentuh ranah aqidah dan ibadah yang menandingi aqidah dan ibadah yang diajarkan Islam.
Tradisi barzanji sebagai suatu bid’ah akan mendatangkan bahaya bagi para pengikutnya. Bahaya-bahaya yang akan muncul antara lain :
1. Bid’ah lebih berbahaya dari pada perbuatan maksiat, sebab orang yang berbuat maksiat seperti berzina, mencuri, umumnya bersembunyi atau merasa minder karena merasa berdosa. Lain halnya dengan orang yang berbuat bid’ah, dia terang-terangan karena tidak merasa bahwa perbuatannya itu terlarang,tetapi sebaliknya merasa dapat pahala.
2. Pelakunya termasuk orang yang tersesat, sebagaimana firman Allah :
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapatkan petunjuk dari Allah sedikitpun” (QS. Al Qashas : 50).
Dan sabda Nabi SAW :
“Setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan tempatnya adalah neraka” (HR. Abu DAUD DAN tirmidzi).
3. Allah menutup tobatnya ahli bid’ah, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap ahli bid’ah “ (Dishohihkan oleh Al-Albani).
4. Amal bid’ah lebih disukai oleh Iblis karena perbuatan maksiat boleh jadi orangnya bertaubat, sedangkan ahli bid’ah tidak akan bertaubat karena tidak merasa melakukan perbuatan dosa. (Majmu’ fatwa Ibnu Taimiyah).
5. Pelaku bid’ah menipu umat dan dirinya sendiri karena punya prinsip-prinsip yang penting tujuannya baik. Orang yang hanya mementingkan niat baik tanpa melihat apakah amalannya sesuai dengan tuntunan Nabi ataukah tidak adalah ciri sifat orang munafik sebagaimana firman Allah:.
“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan?)”
6. Ahli bid’ah itu sombong, merasa dirinya lebih pandai daripada Nabi Muhammad dan para sahabatnya, sehingga mereka membuat amalan-amalan baru untuk menyempurnakan agama Islam, padahal Allah telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna sempurna. Segala sesuatunya telah diajarkan (QS. Al Maaidah : 3).
“Dan kami turunkan kepadamu al Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS. An nahl : 89).
7. Para penyebar dan pemimpin amalan bid’ah akan memikul dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.
“Barangsiapa yang memulai sesuatu yang buruk maka dia akan memperoleh bagian dosa dari orang yang mengikutinya” (HR. Muslim).
8. Pembuat dan pelaku bid’ah akan mendapat laknat, dan ditolak amalnya .
“sesungguhnya orang yang menyembunyikan kebenaran apa yang telah kami turunkan berupa keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam al kitab, mereka dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh sesama makhluk yang dapat melaknat”(QS. Al Baqarah : 159).
“Barang siapa membuat perkara baru dalam agama (bid’ah) di dalamnya atau melindungi orang yang membuat bid’ah (dosa dan maksiat), maka ia akan memperoleh laknat Allah, para Malaikat, dan seluruh umat manusia,allah tidak akan menerima amalan wajibnya dan tidak pula amalan sunnahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Pelaku bid’ah tidak diperbolehkan meminum air dari telaga nabi SAW pada hari kiamat pada saat umat Islam lainnya dipersilahkan menikmati air telaga yang apabila diminum maka manusia tidak akan haus selama-lamanya. (HR. Bukhari dan muslim).
10. Allah SWT telah menyiapkan neraka kepada para pelaku bid’ah, yang melanggar peringatan-Nya. Peringatan-peringatan Allah yang dilanggar antara lain ;
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116)
Dan peringatan Rasulullah SAW :
“Jauhilah perkara baru yang diada-adakan (dalan urusan agama),karena setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”dan pada hadist lain dikatakan”Setiap kesesatan balasannya adalah neraka” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
”Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami yang bukan perintah kami maka amalan itu pasti di tolak”,”Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya syariat (perintah) kami maka tertolak” (HR.Bukhari-Muslim).

BAB. III PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Terpecahnya umat Islam dalam beragama,yaitu adanya kelompok yang pro dan kelompok yang kontra terhadap tradisi barzanji,disebabkan karena perbedaan pemahaman beragama,sehingga muncul perbedaan keyakinan.
a. Kelompok pro yang setia melestarikan tradisi barzanji,yakin bahwa barzanji itu baik sebagai bagian dari syiar Islam adalah berdasarkan persangkaan,tuntutan nafsu dan akal-akalan,karena tidak bisa dibuktikan dengan dalil-dalil syarii (Al Quran dan Hadist).Mereka adalah kelompok pemberani yang tampil sebagai pahlawan pembela tradisi barzanji,sekalipun harus melupakan peringatan-peringatan Allah yang melarang kita mengada-ada dalam agama,mengikuti tradisi nenek moyang dan perintah melaksanakan syariat yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya saja.
b. Kelompok kontra yang setia pada sunnah,yakin bahwa barzanji itu adalah amalan baru atau sesat,karena tidak memiliki dasar dan tuntunan syarii (Al Quran dan Hadist)Mereka bisa membuktikan dengan dalil-dalil syarii bahwa barzanji adalah perkara baru yang diada-adakan dalam Islam,yang dapat mengantar kita ke dalam neraka.
2. Suatu amalan dapat dikatakan sebagai amalan sunnah apabila amalan itu memiliki dasar dan tuntunan dalam sunnah Al Qurran dan sunnah Rasulullah SAW.
a. Memngenai pendapat kelompok pro bahwa barzanji adalah bagian dari syiar Islam yang dapat meningkatkan kecintaan kepada Nabi,mendatangkan berkah dan membuang sial kita bisa Firman Allah:
“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan,sedangkan sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran”(QS.An Najm:28)
“Mereka diperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan”(QS.Ali Imran:24).
“Persangkaan itu akan membinasakan kamu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang rugi”(QS.Fushshilat:23).
b. Mengenai pendapat kelompok kontra bahwa barzanji bukan sunnah atau bagian dari syiar Islam,simak juga pernyataan Allah dan Rasul-Nya bahwa mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak diketahui atau yang tidak ada hujjah (keterangan untuk melakukannya) Allah adalah termasuk perbuatan yang haram (QS.Al A’Raaf:33).Allah melarang kita mengikuti tradisi-tradisi nenek moyang karena pembuat tradisi itu bukanlah orang yang diberi petunjuk dan termasuk sarana bagi setan unutk membawa kita ke dalam api yang menyala-nyala (QS.Al Baqarah:170 dan Luqman:21).Rasulullah SAW menyampaikan wasiat kepada umatnya agar menjauhi segala perkara baru yang diada-adakan,karena setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).
3. Secara ukrawi (keakhiratan),tidakada dalil baik dalam Al Quran maupun Hadist yang menerangkan manfaat melakukan amalan bid’ah,kecuali menerangkan kerugiannya.Dan secara duniawi manfaat manfaat barzanji tidak ada artinya dibanding resiko melakukannya.
4. Bid’ah itu adalah perkara baru yang diada-adakan dalam urusan agama Islam yang menyangkut kepercayaan dan amalan baru yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi SAW.Bid’ah itu adalah ajaran kepercayaan yang melahirkan amalan yang dianggap ibadah selain yang diajrkan Nabi SAW.Adapun sarana untuk melaksanakan ibadah atau kebiasaan masyarakat yang menyangkut kehidupan keduniaan bukanlah dalam pengertian bid’ah.Allah dan rasul-Nya tidak pernah mengatakan bahwa perkara baru yang diada-adakan itu ada yang baik da nada yang sesat.Hanya ahli-ahli bid’ah yang membagi bid’ah itu menjadi dua,yaitu bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah dhalala (buruk).Bid’ah hasanah dibagi lagi menjadi bid’ah wajibu (wajib) dan bid’ah sunnah.
5. Mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah atau sesat dari kedua kelompok (pro dan kontra) silahkan pembaca menilai dan memutuskan sendiri dengan mengacu kepada sumber kebenaran,yaitu Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.Yang benar adalah yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasul dan yang sesat adalah yang tidak sesuai dengan sunnah Rasul.

B. Saran – Saran
1. Agama dimulai dari ilmu lalu ibadah.Oleh karena itu,sebelum manusia dibebani ibadah maka terlebih dahulu diajarinya ilmu tentang bertuhan. Ilmu Allah itu diajarkan oleh Nabi dan Rasul kepada umat manusia.Makanya tuntut dulu ilmu untuk mengetahui agama yang benar lalu mengamalkan ajaran-ajaran agama.
2. Ajaran agama yang benar ada di dalam Wahyu Allah,yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul.Makanya bagi pencari kebenaran pelajari agama Islam melalui sumbernya,yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul.
3. Bermohonlah kepada Allah agar dibukakan hati dan diberi petunjuk ke jalan yang benar,dan tetaplah pada jalan yang benar sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadamu dan berpegang teguhlah pada tali(agama) Allah dan janganlah berpecah belah.

DAFTAR PUSTAKA
1. Abu Bakar Jabir al Jazairi,Minhajul Muslim,Insan Kamil.Solo:2009
2. Departemen Agama RI,Al Quranul al Karim dan Terjamahnya,Toha Putera
3. Hafizh Anshari,Ensiklopedi Islam jilid 1,Ikhtiar Baru Van Hove,Jakarta:2003
4. Hafizh Anshari,Ensiklopedi Islam jilid 2,Ikhtiar Baru Van Hove,Jakarta:2003
5. Majalah al Furqon No.80 Edisi 10 tahun ke-7,2008
6. Majalah al Furqon No.81 Edisi 11 tahun ke-7,2008
7. Madji Muhammad Asy Syahawi,Menjelajah Alam Jin,Pustaka Setia.Bandung:2003.
8. Matroji,Sejarah Dunia dan Indonesia,Erlangga.Jakarta:2004
9. Mizan Asrori Zain Muhammad,Terjamah Barzanji Arab dan Latinnya,Mitra Ummat.Rembang:1983
10. Muhammad Huzain Haikal,Sejarah Hidup Muhammad,Litera Antar Nusa.Bogor:1986
11. Muhammad Zuhri,Terjamah Hadist Sahih Bukhari,Toha Putera.Semarang:1986.
12. Said Ali bin Wahf al Qahthani,Awas Bahaya Bid’ah,Maktabah al hanif,Yokyakarta:2010.
13. Sayid Sabiq,Aqidah Islam,Diponegoro.Bandung:1974
14. Syaikh Muhammad Abdussalam,Bid’ah-Bid’ah yang Dianggap Sunnah,Qisti Pres.Jakarta:2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s