TRADISI BARZANJI DALAM TINJAUAN SYARIAT (3)

Posted on

A. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan tradisi barzanji
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi eksistensi tradisi barzanji dalam masyarakat Islam,antara lain:
1. Kebodohan (jahl) dan sikap masa bodoh sebagian masyarakat Islam.Mereka tidak tahu syariat Islam yang sesungguhnya karena kebodohannya dan ada yang sebenarnya berilmu,dianugerahi akall yang cemerlang tetapi tidak mau mempelajarinya atau tidak mau mengelola akalnya untuk kepentingan agamanya,padahal Allah telah mengingatkan kita dalam kitab-Nya,
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)
“ Kataakanlah:Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang Nampak atau yang tersembunyi,perbuatan dosa,melanggar hak manusia tanpa alas an yang benar,mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu,dan mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui”(QS.Al A’raaf:33).
2. Mengikuti hawa nafsu atau akal semata dan meninggalkan nash
Al Quran atau Hadist.
Tradisi barzanji berkembang atas dorongan hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui kebenaran,atau hasil olah pikir orang-orang yang diberi akal tetapi tidak mempergunakan akalnya dalam menemukan kebenaran.Makan-makan setelah barzanji atau pembagiansedekah adalah tuntutan hawa nafsu sedangkan pemikiran bahwa barzanji sebagai kegiatan meningkatkan kecintaan kepada Nabi SAW,yang dapat mendatangkan berkah dan membuang kesialan adalah hasil akal-akalan manusia yang bertentangan dengan Al Quran dan Hadist.Allah melalui Al Quran telah mengingatkan kita:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu berada di atas syariat dalam urusan (agama) itu,maka ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui: (QS.Al Jaatsiyah:18).
“Janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya dan adalah keduanya itu melampaui batas” (QS.Al Kahfi:28)
“Mareka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka,dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka” (QS. An Najm:23).
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).

3. Taqlid dan fanatik buta
Kebanyakan orang yang melakukan barzanji hanya karena melihatnya sebagai suatu amalan yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam atau karena kesetiaan (fanatik)terhadap tradisi nenek moyangnya,mengikuti ustadz atau imam-imam di kampungnya sebagai pemimpin amalan ini,padahal Allah telah mengingatkan kepada kita:
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116)
“Sesungguhnya jika kamu mengikuti manusia yang seperti kamu niscaya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang merugi”(QS.Al Mukminuun:34).
“Apakah kamu akan mengikuti tradisi nenek moyangmu sekalipun mereka tidak mengetahui atau tidak mendapat petunjuk”(QS.Al Baqarah:170)
“Apakah kamu akan mengikuti tradisi nenek moyangmu sekalipun setan itu menyerumu ke dalam api neraka yang menyala-nyala”(QS.Luqman:21)
4. Pengaruh lingkungan
Berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat yang setia pada amalan bid’ah akan menyebabkan kita terperosok ke dalam perbuatan bid’ah,Allah SWT telah mengingatkan kepada manusia:
“Dan (ingatlah hari ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya,seraya berkata’aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul.Kecelakaan besarlah bagiku,kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah dating kepadaku” (QS.Al Furqan:27-29).
“Janganlah kamu duduk bersama-sama mereka (orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah) sehingga mereka terasuii pembicaraan yang lain, karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orangmunafik dan orang-orang kafir di dalan Jahanam.” (An Nisa : 140).
5. Keterlibatannya Ulama atau Imam dalam memimpin tradisi barzanji dan mereka menyembunyikan kebenaran
Diamnya ulama terhadap kebenaran dan terlibatnya dalam tradisi ini merupakan faktor pemicu tersebar luasnya tradisi barzanji padahal Allah telah mengingatkan kita,
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh semua (makhluk) yang dapat melaknatikecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan memerangkan (kebenaran) (QS. Al Baqarah : 159-160)”.
“sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnayatidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (Al Baqarah : 174)”.
“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang diketahuinya, tetapi ia menyembunyikannya maka pada hari kiamat kelak ia akan dikekang dengan kekang dari api neraka”( HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
6. Menyerupai dan mengikuti orang-orang jahiliyah
Tradisi – tradisi yang ada dalam masyarakat Islam adalah mengikuti ajaran-ajaran sebelum Islam yaitu animisme,dinamisme, bahkan ada yang berbentuk penyeruan dari agama lain(Hindu dan Budha).Mempercayai adanya kekuatan di balik barzanji yang dapat mendatangkan berkah dan membuang sial adalah menyerupai kepercayaan dinamisme yang mempercayai kekuatan pada benda-benda tertentu. Rasulullah bersabda:
“sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan(tradisi) orang- orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta bahkan ketika masuk ke dalam lubang biawak punkalian juga akan mengikuti jejak mereka” (HR: Bukhari dan Muslim).
“ barang siapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka”. (HR: Ahmad).
7. Sikap berlebih-lebihan dalam agama (ghuluw)
Sikap berlebih-lebihan ini merupakan faktor terbesar kemunculan dan tersebarnya tradisi barzanji dan merupakan faktor terjadinya kesyirikan. Sikap berlebih-lebihan ini tergambar dalam isi kitab al barzanji, Allah dan Rasul tidak menyukai sikap berlebih-lebihan dalam agama.
“Janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian”(QS.An Nisaa:171)
“Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan dalam urusan agama.Sesungguhnyapenyebab kehancuran orang-orang sebelum kalian hanyalah sikap berlebih-lebihan dalam urusan agama”(HR.Nasai dan Ahmad).
“Janganlah kalian mengkultuskan (melebih-lebihkan) diriku seperti halnya orang-orang nasrani mengkultuskan Isa Putra Maryam.Sesungguhnya aku hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya”(HR.Bukhari).
8. Ketakutan terhadap sesama manusia atau arwah nenek moyangnya.
Diantara pengikut tradisi barzanji,sebenarnya ada yang sudah mengetahuibahwa barzanji itu adalah perkara baru yang diada-adakan dalam agama Islam,namun mereka tetap melakukannya karena takut meninggalkannya yaitu karena takut kepada masyarakat atau tokoh adat di kampungnya.Yang mereka takuti adalah:
a. Dicela atau dianggap sebagai orang yang tidak menghormati adat istiadat sehingga tersisi dalam interaksi sosial.
b. Mendapat perlakukan yang tidak menyenangkan,hukuman adat atau diusir dari kampung
c. Mendapat kutukan dari arwah nenek moyang,berupa penyakit,kesusahan atau tercabutnya berkah.
Mereka lebih takut kepada sesama manusia yang tidak memilki kuasa untuk menghukum manusia daripada takut kepada Allah yang hukumannya amat pedih.Padahal,Allah telah telah mengingatkan
“Janganlah kamu takut kepada sesame manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakana dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s