MENGAPA MAKANAN HARUS “DIBACA-BACAI” DULU ?

Posted on

01
Rasulullah SAW mengajarkan dua hari raya yang peringati setiap tahun,yaitu hari raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal dan hari raya Idul Adha pada tanggal 10 Zulhjjah.Pada perayan Idul Fitri,umat Islam disunatkan untuk bersuka dengan membuat makanan untuk dimakan sepulang lebaran,diberikan pada tetangga atau disuguhkan kepada tamu yang berkunjung ke rumah.Sedangkan pada hari raya idul Adha kita disyariatkan untuk berqurban yang dagingnya dibagikan kepada fakir miskin,kaun kerabat dan sebagian untuk dimakan.
Masyarakat Islam menyambut gembirakedatangn kedua hari raya tersebut,dengan membuat berbagai jenismasakan.hanya saja,diantara acara penyambutan itu ada yang perlu dipertanyakan dasar syariatnya.Karena amalan yang mempunyai dasar syariat akan memperoleh balasan pahala atau akan sampai kepada sesuatu yang kita tuju.Sedangkan amalan yang tidak memiliki dasar syariat akan tertolak (HR.Muslim),bahkan dianggap sebagai amalan sesat yang harus dijauhi karena bukannya akan membawa kita ke dalam surga,melainkan akan mengantar kita kedalam neraka (HR. Abu DAud).Amalan yang penulis maksudkan di sisi adalah mem-“baca-bacai” (membacakan doa,atau mengirim makanan itu kepada arwah keluarga di negeri kubur).
Pada suatu lebaran,ada seorang lelak yang sudah tua mendatangi rumah penulis mengaku sudah kambuh magnya karena sudah terlambat makan,disebabkan karena makanan yang ada di rumahnya dilarang (tidak boleh) dimakan oleh orang hidup (siapapun) sebelum di-baca-bacai.Dan mereka harus antri karena yang biasa disuruh melakukan (baca-baca) hanyalah orang tertentu,sedangkan orang itu sibuk menerima orderan “baca-baca” .Lelaki tua itu ke rumah karena dia tahu bahwa di rumah penulis tidak berlaku lagi amalan-amalan seperti itu.Mengapa makanan itu harus di “baca-baca” dan mengapa harus orang lain kalau hanya berdoa kepada Allah ?.
Wahai saudaraku,pelajarilah agama ini agar tidak terbelunggu oleh syariat-syariat sesat,yang tdak ada dasarnya dalam agama kita.Allah memerintahkan agar kita mengikuti syariat-Nya saja dan meninggalkan syariat lainnya yang hanya berdasarkan pada nafsu orang-orang yang tidak memahami agama (QS.Al Jatsiyah:18).Allah melarang kita mencampuradukkan antara yang haq (kebenaran) dengan kebatilan (QS. Al Baqarah:42).Allah mengingatkan kita bahwa bila mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi ini niscaya kita akan disesatkannya dari jalan Allah (QS.Al An Aaam:116).Dan jika kita mengikuti ajaran manusia yang seperti dengan kita,maka kita dianggap sebagai orang yang merugi (QS. Al Mukmnuun:34).Allah menyuruh kita mentaati al Quran dan sunnah rasul-Nya,serta meninggalkan amalan-amalan tradisi nenek moyang yang cuma akan membuat kita tersesat dan mengantar kita ke dalam api neraka yang menyala-nyala (QS. Al Baqarah:170,Al Maaidah:104,dan Luqman:21).
Allah dan rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan bahwa setelah lebaran kita harus menyiapkan makanan buat keluarga kita yang telah meninggal.Itu hanyalah amalan yang dibuat-buat oleh nenek moyang kita dan dilestarikan oleh sebagian umat Islam yang memanjakan nafsu makannya.Dan setan amat menyukai bila kita tetap menganggap amalan ini sebagai suatu sunnah,padahal sebenarnya adalah bid’ah dan Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat (HR. Abu Daud).
th_014
Sebagai umat Islam cobalah berfikir sedikit:
– Apakah makanan yang dibaca itu akan sampai kepada orang mati,siapa yang akan membawanya ke sana.Apakah kita akan menugaskan satu malaikat untuk mengirim makanan ke alam kubur,padahal malaikat sudah tahu bahwa di alam kubur sudah tersediah makanan bagi orang yang selamat dan tidak ada makanan dar siapapun bagi orang yang celaka.
– Apakah makanan dunia akan dinikmati oleh mereka yang sudah berwujud roh,kalau ya,siapa yang bilang,nenek moyang ?.Yang benar halusnya makanan manusia dimakan oleh bangsa jin (HR.Muslim).
-Siapa bila roh orang mati akan kembali ke dunia mendatangi keluarganya lalu meminta-minta makanan,padahal Allah sudah menyatakan bahwa orang yang sudah ada di alam kubur tidak akan kemana-mana sampai datangnya hari kebangkitan (QS. Al Mukminuun:99-100).
Yang dibutuhkan oleh keluarga kita yang telah mati bukanlah kiriman makanan.Walaupun pun kita kirimi setiap hari makanan satu mobil,mereka tidak akan bisa menkmatinya.yang mereka butukah hanyalah doa setiap waktu, atau setiap slesai shalat.
Mendoakan keluarga kita yang telah berada di alam kubur tidak harus dengan makanan dan tidak disyariatkan pula orang lain yang mewakili kita untuk berdoa.Allah dan rasul-Nya memerintahkan kita berdoa langsung kepada-Nya karena sesungguhnya Allah itu dekat dengan kita,Allah akan mengabul doa orang-orang yang berdoa kepada-Nya (Al Baqarah:186).Syarat berdoa adalah dengan merendahkan diri dan suara yang lembut (Q.S. Al A’raaf:55).
Wahai saudaraku,janganlah mengikatkan diri pada amalan-amalan yang tidak ada dasar syariatnya dalam agama kita ini,ayo kita kembali kepada agama yang benar,yaitu kepercayaan dan amalan yang bersumber dari Al Quran dan Sunnah Rasul (Hadis).Supaya apa yang kita lakukan itu memberi manfaat bagi hidup kita di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s