TRADISI “ASSURO AMMACA” DALAM TINJAUAN SYARIAT (4)

Posted on Updated on

A. “ASSURU AMMACA” DALAM TINJAUAN SYARIYAT
Kepercayaan dan amalan-amalan yang bersumber dari tradisi nenek moyang sebenarnya telah ada sebelum datangnya Agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini dikabarkan di dalam Al Quran :
“Dan apabila di katakan kepada mereka: “ Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab “(tidak) tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. (apakah mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun dan tidak mendapat petunjuk? (Qs. Al Baqarah : 170 dan Al Maidah : 104)
“Dan apabila di katakan kepada mereka: “ikutilah apa yang di turunkan Allah, mereka menjawab ‘(tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa-apa yang kami dapati dari bapak-bapak kami mengerjakannya. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeruh mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? “(QS. Lugman : 21)
Tradisi “Assuro ammaca” berupa berdoa di tempat atau kuburan yang dikeramatkan dengan menggunakan perdupaan dan sesajian telah lama dilakukan oleh masyarakat Arab sebelum Islam. Namun setelah datangnyaIslam, amalan-amalan seperti itu dilarang karena termasuk kepercayaan dan amalan yang tidak didasari oleh ilmu pengetahuan yang benar dan termasuk ajaran-ajaran syaitan.
Ada beberapa hal dari tradisi “assuru ammaca” yang bertentangan dengan sunnah Al Quran dan hadist, antara lain :
1. Berdoa dengan memakai perdupaan dan sesajian (makanan) adalah peniruan terhadap kaum jahiliyah. Dalam berdoa hanya disyariatkan memakai Asmaul husna sebagai perantara atau dengan melakukan amal-amal kebaikan. Berdoa dengan cara yang tidak disyariatkan maka menurut Rasulullah SAW, maka doa amalan itu tertolak (HR. Muslim) dan dianggap sebagai amalan bid’ah / sesat yang harus di jauhi (HR. Abu Daud).
Kepercayaan bahwa asap dupa dapat mengundang roh-roh yang kita beri sesajian untuk datang menikmati sesajian tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam, karena roh orang yang telah berada di alam kubur mustahil akan bisa kembali ke dunia karena di batasi oleh dinding yang tidak bisa ditembus oleh siapapun (QS. Al Mukminum : 100 ).
2. Persembahan sesajian / makanan kepada keluarga atau orang-orang yang meninggal.
Kepercayaan dan amalan ini tidak memiliki dasar syariat bahwa makanan itu akan sampai ke alam kubur atau penghuni alam kubur akan ke dunia menikmati makanan persembahan itu tetapi semua itu hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran (QS. An Najm : 28). Dan Allah akan membalas apa yang mereka ada-adakan (Qs. Al An’aam : 138 ). Dan roh orang yang mati mustahil akan kembali ke alam dunia (QS. Al Mukminum : 100).
Makanan yang disajikan untuk orang yang telah mati mustahil akan dinikmati oleh mereka, karena selain tidak akan sampai kepadanya juga karena materinya berbeda. Walaupun sama-sama berupa nasi, namun nasi orang dunia berbeda dengan nasi orang akhirat (alam kubur) berbeda. Dan manusia di alam kubur itu memperoleh makanan dari balasan amalnya bukan dari kiriman keluarganya yang masih hidup, sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan (QS. At Tahrim : 7 ) dan tidak dibalas kamu melainkan apa yang kamu kerjakan (QS. Al Israa : 15). Menurut keterangan Rasulullah SAW bahwa jin memakan halusnya makanan manusia (HR. Muslim), jadi jelas bahwa makanan kita (halusnya ) tidak sampai ke roh keluarga kita melainkan dinikmati oleh jin / syaitan yang kelaparan.
3. Penyembelihan Binatang
Makanan yang disajikan dalam ritual “assuru ammaca” biasanya terdiri dari daging-daging dari hewan sembelihan atas nama atau di peruntukkan bagi mereka yang telah mati, ataukah keluarga atau penghuni kuburan yang dikeramatkan. Penyembelihan hewan atas nama selain Allah adalah haram, termasuk atas nama orang yang telah mati atau untuk berhala (QS. Al Ma`idah : 3 ).Kalau menyembelihnya haram maka dagingnyapun haram dimakan. Yang dimaksud atas nama selain Allah adalah yang pergunakan pada sesuatu yang tidak disyariyatkan Allah atau menyebut nama selain Allah ketika menyembelihnya.
Menyembelih hewan untuk orang yang telah mati, penghuni tempat keramat, adalah penyembelihan yang tidak disyariatkan Allah. Yang disyariatkan antara lain untuk walimah (pesta perkawinan),untuk menjamu tamu, untuk memberi makan pekerja, untuk qurban,atau untuk aqiqah anak yang baru lahir. Islam tidak mengajarkan penyembelihan hewan aqiqah bagi orang tua atau keluarga yang telah mati.
4. Persembahan makanan / sesajian di tempat atau kuburan keramat. Ziarah kubur dan mendoakan keselamatan penghuni kubur adalah sunnah (HR. Muslim) tetapi ziarah kubur dengan maksud menyampaikan doa untuk keselamatan dari keberkahan diri kita adalah perkara yang tidak disyariatkan. Begitupun halnya membawa dan menyimpan makanan dikuburan adalah suatu kebodohan dan kesesaatan.
Kepercayaan bahwa para penghuni kuburan keramat adalah orang-orang saleh yang dapat membantu kita memperjuangkan doa kita di hadapan Allah tidak memiliki dasar syariat , yang disyariatkan adalah berdoa sendiri di rumah atau di mesjid setelah shalat, setelah membaca Al Quran atau setelah berzikir dengan cara yang disyariatkan Allah dan Rasul-Nya.
Dengan sengaja mempersiapkan makanan persembahan kepada penghuni kuburan keramat dengan harapan mendapatkan berkah atau terlindung dari kejahatannya adalah perbuatan syirik. Hanya kepada Allahlah kita memohon berkah dan perlindungan. Begitupun dengan maksud sebagai tanda terima kasih karena apa yang kita impikan tercapai setelah mendatangi kuburan / tempat keramat itu (nazar) adalah syirik. Hendaknya hanya kepada Allahlah kita bersyukur karena segala kenikmatan hanya datang dari Allah.
Mengusap-ngusap nisan dan mengambil minyak yang ada di kuburan keramat atau membuat ikatan di pohon lalu mengucapkan nazar adalah perbuatan syirik. Tidak disyariatkan mempersembahkan makanan kepada orang yang telah mati atau penghuni tempat keramat, yang disyriatkan adalah memberi makanan kepada orang miskin, orang yang dalam perjalanan, keluarga yang sedang berduka, atau yang sedang tertimpa musibah.
5. Assuro ammaca sebagai ritual “menolak bala” atau “annyongko bala” dan mendatangkan berkah bagi kendaraan atau rumah yang baru dipakai adalah amalan yang tidak disyariatkan. Karena tidak ada yang bisa menolak sesuatu yang akan di datangkan Allah (termasuk bahaya) dan tidak ada yang bisa mendatangkan sesuatu yang ditahan oleh Allah. Yang benar, bila memulai memakai kendaraan baru adalah mengucapkan basmalah dan berhati-hati atau tidak melampaui batas serta tetap menjaga aturan berlalu lintas dan menggunakan kendaraan pada jalan yang benar, Insya Allah akan selamat dan diberkati Allah. Begitupun bila memasuki rumah baru hendaknya dimulai dengan basmalah, diisi dengan barang-barang yang halal, dipakai beribadah dan selalu dihiasi dengan bacaan Al Quran serta berhati-hati menggunakan api dan kunci rumah bila hendak tidur, Insya Allah akan selamat dan dirahmati Allah.
6. Assuro Ammaca yang dilengkapi dengan pembacaan kitab al Barzanji dalam bahasa Arab di tengah-tengah orang-orang yang tidak mengerti bahasa Arab adalah suatu kebodohan dan kesesatan. Tidak ada satu dalilpun dalam Al Quran maupun Hadist mensyariatkan pembacaan sejarah Nabi Muhammad sebelum berdoa agar doa-doa terkabul, yang disyariatkan adalah membaca Al Quran, berzikir, bersedekah, mengucapkan Asma-ul Husna lalu berdoa.
Kalau saja umat Islam bisa mengartikan kitab Al barzanji yang dikarang setelah 1000 tahun meninggalnya Rasulullah SAW oleh Syekh Jafar Al Barzanji, maka akan menemukan beberapa kalimat yang merupakan kebohongan dan kalimat-kalimat yang menyesat umat Islam. Makanya Pemerintah Arab Saudi dan beberapa negara Islam telah melarang pembacaan kitab Al Vbarzanji ini karena dianggap sesat dan menyesatkan.(Tentang kesesatan barzanji dapat dibaca pada tulisan lainnya).
Bagaimana bisa doa akan terkabul kalau amalan doa diisi dengan amalan-amalan bid’ah / sesat. Rasulullah sudah menyatakan bahwa segala amalan yang tidak disyariatkannya akan tertolak ( HR. Muslim )
7. Assuro Ammaca yang disertai perdupaan dan sesajian adalah amalan tradisi nenek moyang, yang bersumber pada kepercayaan jahiliyah dan diteruskan oleh penganut agama hindu dan budha. Akankah kita akan mengikuti mereka, padahal Allah telah mengajarkan cara berdoa yang benar. Bukankah Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa “Barang siapa mengikuti suatu kaum maka termasuklah ia kedalam kaum itu” dan kalau kita mengikuti ajaran Allah dan Rasulnya dalam berdoa maka kita termasuk orang-orang yang akan di anugerahi nkmat ( Qs. An Nisa : 69 )
8. Assuro Ammaca pada waktu-waktu tertentu yang diyakini roh keluarga berkunjung ke rumah, seperti awal Ramadhan, hari raya, hari tertentu dari kematiannya ( ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, atau 1 tahun. Maka diadakanlah acara jamuan berupa persembahan makanan .Kepercayaan ini bersumber dari tradsi sebelum Islam yang hendak di lestarikan oleh orang-orang yang memanjakan nafsu makannya. Kepercayaan yang benar adalah roh manusia setelah keluar dari tubuh dan memasuki alam kubur maka terputuslah hubungannya dengan dunia dan terputuslah jalannya ke dunia. Kalau ada masalah dengan orang dunia dan orang dunia tidak memaafkannya maka masalah itu akan di selesaikan setelah kiamat. Roh orang yang baik akan tinggal di tempat tinggi dan roh orang yang buruk akan terpenjara di tempat yang rendah. Mereka tidak akan bisa ke alam lain sampai dibangkitkannya setelah kiamat. ( QS. Al Mukminum : 100 ). Antara alam dunia dan alam kubur terhalang oleh dinding yang tidak ada yang bisa melewatinya kecuali yang di kehendaki Allah (malaikat).
Amalan yang disyariatkan untuk keluarga yang telah mati adalah mendoakan keselamatannya, mendoakan agar Allah mengampuni dosa-dosanya dan memberi tempat yang layak. Doa dipanjatkan setiap saat, setelah selesai sholat, di bulan ramadhan, pada sholat hari raya tanpa menunggu waktu-waktu tertentu seperti di atas dan disyariatkan pula bersedekah atas nama keluarga yang telah mati. Ingat hadis Rasulullah SAW bahwa ketika manusia itu mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariah, ilmunya yang berguna, dan doa amalnya yang saleh.Jadi perihalalah sesuatu yang menjadi sedekah jariahnya, amalakan dan teruskan ilmunya serta doakan selalu keluargamu yang telah mati.
9. Berdoa dengan perantaraan orang lain (assuro ammaca) tidak diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah telah menyampaikan kepada Rasulullah SAW bahwa “Bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan doa-doa orang yang berdoa kepadaku”. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menginginkan agar hamba-Nya dekat kepada-Nya, selalu meminta sebagaimana kalau kita meminta kepada orang yang ada di dekat kita. Kalau kita meminta sesuatu kepada orang yang sudah ada di hadapan kita, yang sudah menunggu kita untuk di mintai, apakah harus pergi dulu mencari orang yang bisa menyampaikan permintaan kita? Tentunya tidak, maka begitupun Allah. Allah lebih senang kalau kita mengenal-Nya, dekat dengan kita dan memanfaatkan kedekatan itu untuk meminta langsung kepada-Nya dari pada meminta orang lain mendoakan padahal orang lain itu belum tentu mengenal dan dekat kepada Allah. Tentu agak lucu kalau seseorang mempelajari agama Islam, atau sudah menunaikan ibadah haji, lalu meminta kepada orang yang tidak paham agama atau belum haji untuk mendoakan kepada Allah.
10. Berdoa dengan memakai perdupaan yang merupakan amalan jahiliyah dan amalan umat agama lain yang sudah dihapus / dilarang setelah adanya Islam. Kalau melakukan sesuatu yang sudah dilarang oleh Allah maka akankah Allah akan menerima doa kita ?. Allah tidak mau melihat umat Islam berdoa dengan cara-cara jahiliyah, Doa kepada Allah itu tidak memiliki perantara apa-apa dan dengan suara yang lembut. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dalam berdoa. Kalau kita menemui seseorang untuk meminta sesuatu dengan membawa sesuatu yang dibenci oleh orang itu, apakah orang itu akan menerima kedatangan kita dan mau menerima permintaan kita?. Begitupun Allah. Allah tidak menyukai doa yang memakai perdupaan maka sudah tentu tidak akan melayani permintaan kita, dan Allah bisa membaca hati kita. Hati yang ditolak Allah adalah hati yang meyakini berdoa kepada Allah mesti dengan perdupaan, tanpa perdupaan doa tidak akan ditanggapi. Boleh menggunakan perdupaan sekedar mengharumkan ruangan, apabila tidak diperoleh alat pengharum lainnya, dan tidak boleh dijadikan syarat berdoa kepad Allah.
11. Berdoa kepada Allah yang disertai perdupaan atau sesajian maka perdupaan dan sesajian itu untuk siapa? Apakah Allah butuh asap dupa dan sesajian?.
Makanan apapun yang kita sajikan tidak akan dimakan oleh Allah. Berapapun hewan yang kita sembeli lalu disajikan ketika berdoa tidak akan menarik perhatian Allah dan tidak mempengaruhi Allah untuk mengabulkan doa kita, justru Allah akan menolak doa seperti itu sebagaimana keterangan Rasulullah SAW ( HR. Muslim ).
Yang sampai kepada Allah hanyalah ketakwaan dan ketaatan hati kita terhadap syariat Allah. Seperti halnya kurban dan akikah anak. Sesungguhnya darah dan daging (sembelihan) tidak akan sampai mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaanlah yang mencapainya.
Walaupun kita ikhlas menyembeli hewan untuk “assuro ammaca” namun keikhlasan itu tiada artinya, karena pengorbanan seperti itu tidak disyariatkan sedangkan amalan yang tidak disyariatkan oleh agama Islam adalah tertolak (HR. Muslim) dan termasuk amalan sesat yang harus ditinggalkan sebagaimana wasiat Rasulullah SAW (HR. Abu Daud ).
12. Assuro ammaca dengan mempersembahkan sesajian dengan makanan tertentu kepada roh-roh, seperti yang orang tua kita memberi nama “patanna anrong pare”, patanna je’ne”, “Patanna butta”, “patanna kampong”,”patanna pangngadakkan”, dan lain-lain adalah bentuk beriman terhadap kepercayaan hindu kepada dewa-dewa, seperti yang diberinya nama dewi padi, dewa air, dewa angin, dewa api, dan lain-lain. Semua itu hanyalah nama belaka sedangkan pemiliknya tidak ada melainkan sebuah tipu daya syaitan. Hal ini sesuai dengan firman Allah terhadap nama-nama berhala orang-orang jahiliyah : “itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya. Allah tidak menurunkan suatu keternganpun untuknya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan dan apa-apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka” (QS. An Najm: 23). Yang benar adalah bahwa “kepunyaan Allahlah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ( QS. Al Baqarah : 284 ).
Mempersembahkan sesuatu kepada nama-nama tersebut di atas sebagai penghormatan atau mengharap berkah dan perlindungandirinya adalah termasuk perbuatan syirik, “mereka menyembah selain dari pada Allah apa-apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepadamereka dan tidak (pula) kemanfaatan” (QS. Yunus : 18 )
Setelah ritual “ammaca maca” selesai maka sebagian makanan dibawa ke tempat yang diyakini sebagai tempat tinggal roh nama-nama di atas, ada yang dibuang ke air, ada yang disimpan di gudang penyimpanan padi, ada yang disimpan di sawah, di pohon besar dan lain-lain. Perbuatan seperti jelas termasuk perbuatan mubasir (pemboros). Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah teman syaitan.
Di antaranya ada pula yang melepas seekor ayam untuk “patanna buttaa” atau “patanna kampung” perbuatan seperti ini termasuk amalan jahiliyah, yang dalam Al Quran dinamakan “saaibah” padahal “Allah sekali-kali tidak pernah mensyariyatkan adanya “bahirah, saaibah, washiilah, dan haam, akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. ( QS. Al Maidaah : 103 ).
13. Assuro ammaca yang mengatasnamakan Nabi Muhammad SAW seperti “assuro ammaca Nabi” adalah perbuatan merendahkan atau melecehkan Nabi SAW dihadapan Allah. Bukankah Allah telah mewahyukan kepada Rasulullah SAW cara berdoa yang benar dan wahyu Allah itu diperintahkan untuk disampaikan kepada umatnya, tetapi mengapa ketika umat Islam berdoa kepada Allah menggunakan cara-cara yang tidak seperti yang diwahyukan tetapi mengikuti cara-cara jahiliyah.
Niat baik untuk berbuat baik kepada Rasulullah SAW sebagai tanda cinta dan kesetiaan tidak menjamin bahwa perbuatan itu baik, perbuatan yang baik adalah perbuatan yang baik menurut Allah dan Rasul, bukan menurut nafsu kita. Kalau ingin menghormati nabi dan memuliakannya di hadapan Allah maka taatilah dan amalkan ajaran-ajarannya di hadapan Allah. Teladani akhlaknya karena “sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat Allah) dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al Ahzab : 21).
14. Kebanyakan umat Islam melakukan ritual “assuro ammaca” karena dipengaruhi oleh adanya orang-orang yang kesurupan. Di antaranya ada yang mengaku sebagai orang tuanya, roh orang saleh, roh penghuni tempat keramat dan lain-lain. Mereka mengaku datang untuk mengingatkan keluarganya atau pengikutnya agar selalu mengingatnya, antara lain memberinya makanan. Pengakuan-pengakuan seperti itulah yang membuat masyarakat percaya bahwa sesajian yang dipersembahkan itu benar-benar sampai kepada yang dituju.
Benarkah yang masuk ke dalam tubuh manusia berkata-kata itu adalah roh manusia (orang tua atau orang saleh) ?.
Tidak ada satu dalilpun yang menyatakan bahwa roh manusia baik yang masih hidup maupun yang jasmaninya telah mati dapat meninggalkan jasmani atau keluar dari kuburnya lalu masuk ke dalam tubuh manusia lainnya. Yang ada adalah dalil yang menyatakan bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia, yaitu sabda Rasulullah SAW : “sesungguhnya syaitan (jin) beredar dalam diri manusia seperti aliran darah (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi yang masuk kedalam tubuh orang yang kesurupan itu adalah syaitan dari bangsa jin. Dan dalam rangka misi menyesatkan manusia maka syaitan-syaitan itu mengaku sebagai roh orang tua atau orang-orang saleh, karena syaitan itu tahu bahwa manusia itu pasti percaya dan mentaati permintaan orang tua dan orang-orang saleh. Misi menyesatkan adalah keberadaan syaitan yang telah mendapat SIM (surat izin menyesatkan) dari Allah sebagaimana firman Allah :
“Iblis nerkata : Rabbi lantaran Engkau telah menetapkan aku sesat, sungguh aku benar-benar membuat mereka memandang indah (kemaksiatan) di muka bumi, dan aku akan benar-benar menyesatkan mereka semuanya.kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka’ (QS. Al Hijr : 39-40)
“Iblis berkata : “maka demi kekuasaan-Mu, aku benar-benar akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hambamu yang mukhlis di antara mereka (QS. Shad : 82-83) dan dalam sabda Rasulullah SAW iblis berkata sebagaimana yang disabdakan rasulullah SAW :
“Demi kegagahan daan kemuliaan-Mu, aku akan terus menerus menyesatkan hambamu selama hayat mereka di kandung badan” (Hr. Ahmad dan Hakim ).
Adapun surat izin Allah adalah surat nomor : Q.S. Al Israa (17) : 63-65 yang isinya :
“pergilah, barang siapa diantara mereka (manusia) yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka jahannam adalah balasanmu semua. Sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkan terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hambaku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaganya.
15. Di antara umat Islam ada pula yang melakukan ritual “assuro ammaca” karena mengikuti petunjuk dukun. Kebanyakan di antara kita termasuk penulis pernah percaya) bahwa dukun itu adalah orang yang mendaapat petunjuk dari Allah, dia itu adalah kekasih Allah sehingga Allah bisa memenuhi segala permintaanya. Padahal kita belum tahu siapa sebenarnya dukun itu.
Dukun adalah sekutu syaitan untuk menyesatkan manusia. Pengobatan yang dilakukan dukun hanyalah alat untuk mencapai tujuan penyesatannya. Agama melarang kita bersekutu dengan sekutu-sekutu syaitan. Perhatikan sabda Rasulullah SAW :
“Para malaikat sedang bercakap-cakap di awan mengenai urusan yang terjadi di bumi. Kemudian syaitan-syaitan menguping percakapan tersebut seraya menuangkannya ke dalam telinga dukun sebagaimana menuang kedalam botol. Syaitan-syaitan itu menambahinya dengan seratus kebohongan (HR. Bukhari).
“Barang siapa yang mendatangi dukun atau paranormal seraya menanyakan suatu permasalahan, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari. (HR. Muslim)
“Barang siapa yang mendatangi dukun atau paranormsl seraya membenarkan ucapannya berarti ia telah kafur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW (Al Quran) (HR. Ahmad)
“Orang yang mendatangi dukun serta membenarkan ucapannya berarti telah kafur terhadap apa yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW “(HR. Hakim dan As Habush Sunan).
“Bukan termasuk umat kami, orang yang mempercayai adanya tanda keberuntungan dan kesialan, orang yang menjadi dukun dan mendatangi dukun, serta tukan sihir dan orang yang mendatangi tukan sihir “(HR Tabrani dan Al bazzar )
Rasulullah SAW mengeluarkan larangan keras mendatangi para dukun, membenarkan ucapan mereka menyangkut masalah perdukunan. Pelarangan ini didasari oleh adanya kemungkaran yang besar, bahaya yang besar dan akibat-akibat yang buruk.
B. PENUTUP
Bagi umat Islam yang beriman kepada Allah dan hari akhirat (pembalasan), menyembah Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama yang lurus adalah jalan yang terbaik dari pada mengikuti syariat yang hanya bersumber dari hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
“Assuro ammaca” dengan segala macam bentuk dan tujuannya adalah amalan tradisi yang di dalamnya mengandung kedurhakaan, kesyirikan dan kesesatan.Kedurhakaan karena tidak mentati perintah Allah untuk hanya mengikuti syariat-Nya dan melanggar larangan – larangan Allah. Kesyirikan karena mengambil ajaran selain ajaran Allah, melakukan suatu pemujaan dan penyembelihan hewan yang dipersembahkan kepada selain Allah. Sedangkan kesesatannya adalah karena melakukan amalan-amalan yang tidak diajarkan atau tidak diamalkan oleh Rasulullah SAW, atau amalan yang tidak sesuai syariat al Quran dan Sunnah rasul-Nya.
Kedurhakaan, kesyirikan, dan kesesatan hanya akan membawa kerugian bagi kita, mendekatkan kita kepada syaitan dan mengantar kita ke dalam nyala api neraka yang menyala-nyala.
Orang yang dianugerahi iman dan akal sehat tentu akan menempuh jalan yang benar dan meninggalkan kedurhakaan, ksyirikan dan kesesatan . tidak akan membuang-buang waktu, tenaga dan harta untuk suatu amalan yang sesat. Lebih baik berkorban di jalan Allah dari pada berkorban di jalan syaitan.
Memang berat dan penuh cobaan bila kita meninggalkan tradisi-tradisi masyarakat, namun lebih baik di benci oleh jutaan masyarakat dari pada di benci oleh Allah yang satu. Bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

REFERENSI
1. Al Quran Al karim dan terjemahannya
2. Abu bakar Jabir al jazain, Minhajul Muslim, Penerbt Insan Kamil, Solo 2009
3. Abu laits As samargandi, Terjemah Tanbihul Ghafilin, peringatan bagi orang-orang yang lupa, Penerbit Toko Putra, Semarang : 1993
4. Bey Arifin, Hidup Sesudah Mati, Penerbit Kinanda, Jakarta : 1969
5. Ibnu Qayyim al-Jauziah, Roh, Penerbit Pustaka Al Kautsar, Jakarta: 2011
6. Imam al Ghazali, Bimbingan Mencapai Tingkat Mukmin, penerbit Dipenogoro, Bandung : 1975
7. Imam Al Mundziri, Terjemah Hadis Shahih Muslim, Penerbit Pustaka Amami, Jakarta: 2000
8. Majdi Muhammad Azy-syahawi, Menjelajah Alam Jin, penerbit pustaka setia, bandung : 2013
9. Muhammad Abdai Rathomij, Aqidah Islam : pola hidup manusia beriman, penerbit dipenogoro, bandung : 1974
10. Muhammad Ali Usman , Hadist Qudsi : firman Allah yang tidak dicantumkan dalam Al Quran, penerbit di penogoro, bandung : 2006
11. Syaikh Muhammad Abus salam, Bid’ah-bid’ah yang di anggap sunnah, penerbit Qisthi press, jakarta 2009
12. Umar Sulaiman Al Asygar, menyingkap tabir rahasia alam jin dan setan, penerbit pustaka setia, bandung 2004
13. Zainuddin Ahmad Az zubaidi, terjemah hadist shalih bukhari, penerbit pustaka amani, jakarta 2000

Palajau,20 Pebruari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s