TRADISI “ASSURO AMMACA” DALAM TINJAUAN SYARAT (3)

Posted on Updated on

th_095
A. BERDOA MENURUT SYARIAT ISLAM
1. Perintah Berdoa
Berdoa adalah salah satu bentuk ibadah yang amat istimewa bagi Allah. Makanya Allah sangat menekankan agar selalu berdoa hanya kepada-Nya, sebagaimana firmannya:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina” QS. Al Mukmin : 60 )
“Bila Hamba-hamba-ku bertanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku ini adalah dekat. Aku akan mengabulkan doa orang-orang yang berdoa kepada-Ku. Oleh karena itu, memohonlah kepada-Ku untuk dikabulkan” (QS. Al Baqarah : 186)
“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh dia maha pengampung” (QS. Nuh : 10)
“Barang siapa yang berdoa selain kepada-Ku, niscaya Aku murka kepadanya “ ( HQR Askari yang bersumber dari Abu Hurairah dengan sanad hasan).
Perintah berdoa disampaikan pula oleh Rasulullsh SAW, antara lain dalam hadist-hadist berikut :
“Mohonlah kepada Allah Taala dari keutamaan-Nya sesungguhnya Allah Taala itu suka kalau dimintai “ (HR. Tirmidzi)
“Tuhan kita turun setiap malam ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga malam terakhir. Dia berfirman : “ siapa yang memohon kepada-Ku, aku akan mengabulkan-Nya, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, siapa yang memohon ampunan-Ku Aku akanmengampuninya “ (HQR Bukhari-Muslim dan Tirmidzi).
Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah menurut QS. Al Mukmin : 60 dianggap sebagai orang yang sombong, karena merasa tidak butuh, tidak tergantung kepada Allah atau sudah merasa aman dari azab Allah. Dan Allah akan membalas orang-orang yang menyombongkan dirinya di hadapan Allah.
2. Adab Berdoa
Meminta kepada Allah tidaklah sama kalau kita meminta kepada sesama manusia. Meminta (Berdoa) kepada Allah memiliki aturan tersendiri yang telah di ajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Adapun aturan-aturannya adalah :
a. Doa diucapkan langsung kepada Allah dengan merendahkan diri dan suara yang lembut, sebagaimana firman Allah : “Katakanlah “ berdoalah kepada tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” ( QS. Al A’raaf : 55 ).
b. Memakai Asma-ul Husna sebelum mengucapkan doa sebagaimana firman Allah :
“Hanya milik Allahlah Asma-ul Husna, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asma-ul Husna itu (QS. Al A’raaf : 180 )
c. Menghadap kiblat ketika berdoa sebagaimana firman Allah :
“Palingkanlah mukamu ke arah masjidil haram dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya” (QS. Al Baqarah : 144). Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar suatu yang hak dari tuhanmu ( QS. Al Baqarah 149).
d. Mengangkat tangan ketika berdoa, sebagaimana dalam hadist yang diberitakan oleh Umar ra “Rasulullah SAW itu apabila mengangkat kedua tangannya kalau berdoa, maka tidaklah akan dikembalikan dua belah tangannya itu sehingga diusapkan wajahnya “ (HR. Tirmidzi).
e. Bersungguh-sungguh dan optimis dalam berdoa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Berdoalah kepada Allah dan kamu semua harus berkeyakinan pasti akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah Azza Wajalla itu tidak akan mengabulkan suatu permohonan yang keluar dari hati yang lalai” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim).
f. Bersabar menunggu doa dikabulkan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Seseorang di antara kamu dikabulkan doanya selama ia tidak tergesa-gesa di mana ia berkata, “saya berdoa namun tidak diperkenangkan sehingga dia merasa jengkel dan tidak berdoa lagi (HR. Bukhari dan Muslim).
g. Berdoa dengan doa-doa Rasulullah SAW karena beliaulah suri teladan kita dalam beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suru teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah” (QS. Al Ahsab : 21).
h. Hendaknya bersih dari makanan atau minuman yang haram, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Wahai sa’ad, jauhilah perbuatan haram karena sesungguhnya setiap perut yang di dalamnya terdapat sesuap dari yang haram, maka doanya tidak diterima selama 40 hari” (diriwayatkan oleh Abu Laits As Samargamdi).
i. Hendaknya berdoa pada waktu-waktu yang dimuliakan Allah seperti pada Bulan Ramadhan, Hari Arafah, Hari Jumat, dan waktu menjelang sahur, sebagaimana firman Allah :
“Mereka itu sedikit sekali tidurnya, diwaktu malam, sedang diwaktu menjelang fajar mereka senantiasa memohon pengampunan” (QS. Ad Dzariyat : 17-18).
Waktu-waktu berdoa lainnya adalah :
 Setiap selesai sholat, sebagaimana yang telah dicontoh oleh Rasulullah SAW, yang diriwayatkan dalam beberapa hadist
 Ketika ayam berkokok, sebagaimana sabda Rasulullsh SAW :
“Apabila kamu mendengar ayam berkokok maka mohonlah kemurahan Allah karena ketika itu ayam tersebut melihat malaikat” (HR. Bukhari dan Muslim).
 Ketika bersujud, sebagaimana contoh rasulullah SAW :
“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena doa kalian (pada saat itu) banyak untuk di kabulkan (HR. Muslim).
j. Hendaknya meninggalkan perkara-perkara yang dilarang karena hanya akan menghalangi terkabulnya doa, seperti :
 Jangan melakukan amalan bid’ah ketika berdoa karena amalan bid’ah hanya membuat doa-doa tertolak, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Barang saiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atas syariat kami maka tertolak” (HR. Bukhari Muslim).
 Jangan memakai jimak-jimak atau benda-benda yang mengandung syirik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Barang siapa yang memakai jimak maka ia telah berbuat syirik” dan “Barang siapa yang memakai jimak maka Allah tidak akan menyempurnakan keperluannya”
 Jangan mengangkat pandangan ke langit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Hendaklah semua kaum yang mengangkat pandangannya ke langit ketika berdoa dalam sholat atau semua mata mereka disambar petir “ ( HR. Bukhari dan Muslim).
 Jangan mendatangi dukun untuk suatu urusan perdukunan, karena membuat sholat, doa, maupun taubat tidak di terima selama 40 hari, berdasarkan sabda Rasulullah SAW dalam HR. Muslim atau dianggap sebagai orang yang kufur terhadap Al Quran (HR. Ahmad).
 Jangan bermain-main ketika berdoa, sebagaimana firman dalam hadist Qudsi :
“Kamu berdoa kepada-Ku namun hatimu berpaling dari pada-Ku, maka betapa palsu apa yang kamu lakukan” (Diriwayatkan oleh ja’far bin bargam).
 Jangan melagu-lagukan doa atau mengucapkannya dalam bentuk puisi, karena termasuk perbuatan melampaui batas aturan berdoa, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (Qs. Al A’raaf : 55).
 Jangan menyebut nama Allah dengan nama yang bukan termasuk asma-ul husna, sebagamana firman Allah :
“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpan dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. Al A’raaf : 180 ).
Bagaimana dengan kebiasaan kita mengucapkan “karaeng Allah taala” misalnya karaeng tinggi berdoa ‘oh karaeng Allah Taala sembuhkanlah saudaraku “karaeng lompo” apakah penyebutan gelar ‘Karaeng” pada manusia dipakai juga pada Allah? Allah disejajarkan dengan manusia, jawabannya ada pada diri kita masing-masing.
k. Beberapa perkara yang dibolehkan antara lain :
 Boleh mendoakan orang lain asal orang yang didoakan itu tidak bersama dengan kita atau kita berlainan tempat, berdasarkan sebuah riwayat tentang seorang yang meminta kepada sahabatnya yang hendak berhaji untuk di doakan, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda :
“Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim yang tidak berada di tempatnya akan dikabulkan, selama ia mendoakan muslim lain. Di atas kepalanya ada malaikat yang ditugasi untuk mengucapkan “amiin” (HR. Muslim).
 Boleh berdoa dengan lebih dahulu menyebut-nyebut kebaikan yang pernah kita lakukan, atau melakukan suatu kebaikan lebih dahulu sepert bersedekah, baca Al Quran. Memberi makan orang miskin, dan lain-lain yang disyariatkan, berdasarkan sebuah kisah yang di ceritakan oleh rasulullah SAW tentang tiga orang yang terjebak di dalam gua, ketiganya bergantian berdoa dengan terlebih dahulu menyebut kebaikan-kebaikan yang pernah di lakukannya, maka Allah pun mengeluarkannya dari gua itu (HR. Bukhari dan Muslim)
 Boleh menggunakan mantra atau bacaan dengan bahasa sendiri asalkan tidak mengandung syirik, sebagamana sabda Rasulullah SAW kepada seorang yang bertanya kepadanya tentang mantra : “Pergunakanlah mantramu itu sepanjang tidak mengandung syirik (HR. Muslim).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s