TINGGALKAN AMALAN TREHADAP ORANG MATI YANG TIDAK MEMILIKI DASAR ILMU

Posted on

Kepercayaan dan amalan yang berhubungan dengan kematian telah di terangkan dalam Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Kepercayaan dan amalan yang tidak memiliki dasar ilmu atau bertentangan dengan Al Quran atau sunnah rasul adalah termasuk ajaran sesat yang bersumber dari setan ( QS. As Zukhryf : 36 ).Oleh karena itu, kita jangan sampai terpedaya pada ajaran-ajaran setan. Maka perlu selalu waspadai dan membekali diri dengan ilmu agama yang benar. Tinggalkan kepercayaan – kepercayaan yang sesat, seperti yang telah di kemukakan sebelumnya. Tinggalkanlah amalan-amalan sesat seperti :
a. Mengadakan selamatan atau mempersembahkan sesajian untuk mengusir roh-roh gentayangan. Usirlah setan-setan itu dengan cara yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.
b. Mengadakan ritual “Assuro ammaca” untuk menjamu arwah keluarga yang di percaya mendatangi rumah. Kirimilah doa buat arwah keluargamu atau ziarahilah kuburnya.
c. Memenuhi permintaan orang-orang yang kesurupan karena dianggap roh keluarga / janganlah di percaya. Usirlah setan-setan itu.
d. Menuntut ilmu agar jasat lenyap dikuburan dan bisa hidup kembali. Tetapi tuntutlah ilmu yang benar yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
e. Menuntut ilmu-ilmu tarekat pada guru-guru terikat atau pada dukun-dukun. Tuntutlah ilmu islam melalui Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW
f. Menyembelih hewan aqiqah untuk orang yang telah mati. Tetapi sembelilah hewan untuk Qurban, aqiqah anak yang baru lahir, menjamu tamu atau memberi miskin atau pekerja. Perbanyaklah amal saleh sebagai makanan dan kendaraanmu di negeri akhirat.
g. Memakai jampi-jampi, jimak-jimak atau mantra-mantra agar tidak mati dalam kecelakaan. Tetapi bekalilah dirimu dengan ilmu yang benar, ibadah yang benar dan budi pekerti yang luhur.
h. Ziarah kubur untuk mencari berkah dan keselamatan. Tetapi carilah berkah dan keselamatan pada Al Quran, pada zikir dan doa-doa yang di panjatkan setelah sholat, dll. Lakukan ziarah kubur hanya untuk mengingat mati
Menzalimi orang mati untuk kepentingan diri seperti mengambil organ tubuhnya tanpa seizinnya untuk keperluan pengobatan, mengambil sepotong tulangnya untuk pengobatan , mengambil lidah atau bagian tubuhnya untuk memenuhi persyaratan satu ilmu, memperkosa mayat untuk satu ilmu, mengambil tali pocong dll. Tetapi hormati orang mati itu dan keluarganya, jangankan mengambil sebagian anggota tubuhnya, duduk di atas kuburan saja di larang oleh Rasulullah SAW, ( HR. Muslim). Begitupula menginjak-injak kuburan orang muslim dilarang oleh Rasulullah SAW (HR. Ibnu Majah)
i. Kenalilah kematian dengan ilmu yang benar agar kematian itu tidak menjadi awal dari penyesalan dan kesengsaraan. Jadikan Al Quran dan Sunnah Rasul sebagai guru agama, yang akan mengantarmu ke dalam kematian yang membahagiakan.
Ingatlah wasiat-wasiat Nabi SAW :
“ Telah kutinggalkan bagimu dua perkara, yaitu Al Quran dan Sunnah Nabi, bila kalian berpegang teguh padanya maka kalian tidak akan sesat ( HR. Abu Daud) “
“ Jauhilah perkara baru yang diadakan ( oleh urusan agama ) karena segala perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat “(HR Abu Daud, Ad Darimi dan tirmidzi).
“ Kalian akan berselisih setelah kutinggalkan, maka apa yang di katakan orang tentang aku, cocokkanlah dengan Al Quran. Maka yang cocok itu dari aku dan yang bertentangan, bukan dari aku “( HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s