BISAKAH UMUR SESEORANG DIPERPANJANG ATAU DIPERPENDEK ?

Posted on Updated on

th_115
Sebahagian di antara kita ada yang percaya bahwa umur itu bisa ditambah dan bisa pula dikurangi. Berdasarkan kepercayaan itu maka di antaranya ada yang menuntut ilmu atau mendatangi dukun untuk diperpanjang umurnya agar orang yang dimusuhinya cepat mati. Banyak yang percaya pada tanda kesialan pada diri seseorang seperti garis urat yang mendatar di atas hidung, kata dukun bahwa anak itu umurnya tidak lebih dari lima tahun. Atau tahi lalat yang melekat di atas kemaluan seorang laki-laki pertanda bahwa istrinya akan cepat mati (patula), atau di atas kelaluan wanita, pertanda suaminya akan cepat mati, ataupun tanda kesialan kematian anak.
Orang – orang yang mempunyai tanda kesialan seperti mendatangi dukun dan oleh dukun melakukan ritual buang sial. Setelah ritual mandi, maka legahlah perasaan, berarti anaknya atau suaminya/istrinya tidak jadi berumur pendek (di tambah umurnya).
Adapula yang mengamalkan suatu ilmu memperpanjang umur . katanya orang tua-orang tua dulu panjang-panjang umurmya sampai ratusan tahun karena mengamalkan ilmu memperpanjang umur sehingga dengan ilmu itu Allah menambah umurnya sehingga hidupnya sampai tua dan pikun. Sedangkan sekarang, orang – orang tidak menuntut lagi ilmu penambah umur sehingga pendek-pendek umurnya. Benarkah kepercayaan-kepercayaan seperti di atas?
Umur (masa hidup di muka bumi ini ) adalah ketetapan Allah yang mesti terjadi. Umur masing-masing manusia sudah di tetapkan Allah jauh sebelum manusia itu tercipta ( QS. Al Hadiq : 22). Dan bila umur telah habis atau ajal telah datang maka tidak ada yang bisa mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya barang sesaatpun ( QS. Al A’raaf : 34 ). Bila umur seseorang telah di tetapkan Allah sebanyak 40 tahun. Maka orang itu tidak akan bisa mati pada umur 30 tahun atau 45 tahun. Tidak akan kurang semenit atau tidak akan lebih walau semenit.’
Bagaimanapun jahatnya seorang manusia, telah banyak kerusakan yang di lakukannya, telah kafir dan memusuhi Allah, maka Allah tidak akan mencabut nyawanya sebelum ajal yang di tetapkannya. Begitupunhalnya oleh orang yang beriman, beramal soleh dan banyak berguna, bagi umat manusia tidak akan di tunda kematiannya atau di tambah umur agar terus berbuat baik ( QS. An Nahl : 6 ).
“Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya ( QS. Al Munafiquun : 11 )
th_014
Allah telah menyatakan bahwa sekali-kali tidak di panjangkan umur seseorang yang berumur panjang dan tidak pula di kurangi umurnya (orang yang berumur pendek) melainkan (sudah di tetapkan) dalam kitab ( QS. Faathir : 11 ). Manusia mempunyai umur yang berbeda-beda, ada yang singkat, ada pula yang panjang umurnya sampai pikun (lemah ingatan). Apakah kita akan bangga bila memiliki umur yang panjang sampai pikun?. Itu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan atau di minta kepada Allah, karena Allah mempunyai maksud memberi umur yang panjang sampai pikun, yaitu “supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang dahulu di ketahuinya” ( QS. Al Haji : 5 ), bukankah suatu kecelakaan dalam hidup bila awalnya kita taat beragama dan pada akhirnya melupakan segala-galanya?
Allah dan Rasulnya tidak mensyariatkan kepada kita untuk menuntut ilmu agar umur diperpanjang atau diperpendek. Ilmu seperti itu hanyalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia. Allah dan Rasul-nya hanya mensyariatkan berdoa minta apa saja kepada Allah agar panjang umurnya berbuat baik atau beribadah, tetapi maksud bukan penambahan umur, melainkan panjangnya kesempatan (kesehatan) untuk amal saleh. Sebaik-baik orang yang panjang umurnya adalah orang yang selalu beramal soleh dan umur yang panjang tidak akan bisa menyelamatkan kita, sebagaimana firman Allah, “masing-masing mereka agar di beri umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah maha mengetahui apa yang mereka kerjakan, ( QS. Al Baqarah : 96 ).
kepada-Mu aku bersujud
Allah dan Rasul-Nya melarang kita menuntut ilmu untuk memperpendek umur seseorang ( cepat mati atau sakit berkepanjangan ), karena ilmu seperti itu termasuk sihir, adalah persekutuan dengan setan. Sihir yang menimbulkan kematian seseorang mengandung dua dosa besar, yaitu dosa mempersekutukan Allah dan dosa membunuh manusia, walaupun orang yang di sihir itu tidak akan mati kecuali dengan izin Allah karena telah sampai ajalnya.
“Barang siapa yang mempersukutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar “( QS. An Nisa : 48 ).
Diantara kita adalah melindungi dirinya dari sihir dengan menggunakan jampi-jampi, jimak-jimak atau mengamalkan mantra-mantra sebelum tidur dan setelah tidur. Cara seperti ini termasuk cara yang salah karena termasuk perbuatan syirik. Sama halnya mengambil setan untuk melindungi diri dari gangguan setan, atau membayar preman untuk melindungi diri dari ganggguan preman, yang benar adalah mempercayakan Allah untuk melindungi diri kita, karena sebaik-baik pelindung dan sebaik penolong ( QS. Al Anfaal : 40 ). Allah adalah pelindung dan penolong orang-orang yang beriman. Dan sihir itu tidak akan merosok seseorang kecuali kalau Allah menghendaki-nya, “dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah “ ( QS. Al Baqarah : 102 ).

4 thoughts on “BISAKAH UMUR SESEORANG DIPERPANJANG ATAU DIPERPENDEK ?

    faisal said:
    10 Desember 2014 pukul 21.11

    jika memang tidak bisa,apakah artinya pola hidup sehat itu tidak ada gunanya selain memperpanjang masa sehat & mengurangi masa sakit?

      yayuelsah responded:
      13 Mei 2015 pukul 15.57

      Memang ada hadis nabi SAW yang mengatakan bahwa doa bisa memperpanjang umur,yang dimaksud di sini adalah umur kesehatan atau menambah masa produktif.karena bila yang dimaksudkan adalah bertambahnya angka usia,berarti hadis itu bertentangan dengan beberapa ayat Al Quran yang menyatakan bahwa tidak diperpanjang umur orang berumur panjang,dan tidak diperpendek umur yang berumur pendek,sedangkan hadis tidak boleh bertentangan dengan Al Quran.Kakek kita yang rajin berolah raga berumur,misalnya 80 tahun bukan berarti gara-gara berolah raga sehingga bisa sampai 80 yang sebelumnya ditakdirkan cuma 60,tetapi memang 80 lah yang ditakdirkan Allah padanya.

    faisal said:
    13 Januari 2015 pukul 05.12

    apakah gaya hidup sehat seperti makan yang bergizi & berolahraga itu sia-sia saja karena pada akhirnya tetap mati pada usia tertentu,tidak bertambah usianya?

      yayuelsah responded:
      13 Mei 2015 pukul 15.51

      gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi dan olah raga tidaklah sia-sia dalam hidup kita karena bisa memperpanjang masa sehat kita untuk beraktivitas (produktivitas) beda dengan yang seperti itu tentu masa sehatnya untuk beraktivitas berkurang karena selain sakit-sakita,juga fisik menjadi lemah,tetapi bukan berarti menambah umur dari,misalnya 40 tahun menjadi 45 tahun.Ada diantara kita sudah tua masih kuat bekerja,berarti umur produktivitasnya panjang,yang seandainya mereka tidak rajin berolah raga atau makan mkanan bergizi maka bisa saja umur produktifnya itu seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s