BISAKAH SAMPAI MAKANAN DUNIA KE ALAM KUBUR ?

Posted on

Sebagian besar di antara kita yang beragama Islam percaya bahwa orang-orang yang telah dikuburkan masih menunggu kiriman makanan dunia dari keluarganya atau pada waktu-waktu mereka kembali ke rumah keluarganya meminta makanan (sedekah). Kepercayaan ini membuat sebahagian di antara kita melakukan ritual pengiriman makanan atau menjamu orang mati yang disebut ”assuro ammaca”. Dengan “assuro ammaca”maka kita akan merasa aman dari gangguan roh-roh keluarga yang telah mati dan termasuk tanda kecintaan terhadap keluarga kita di alam kubur.
Mereka percaya pula bahwa kambing ataupun sapi/kerbau yang disembelih atas nama orang yang telah mati akan menjadi kendaraannya menuju negeri akhirat atau dari alam kubur kepadan Mahsyar. Orang mati yang tidak di sembelihkan hewan aqiqah akan kesulitan menuju ke tempatnya di akhirat atau akan tersiksa berjalan kaki. Benarkah semua itu? ya benar kalau sesuai dangan Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
Beberapa ayat dalam Al Quran menyataka bahwa hidup kita di kampung akhirat tergantung pada amal-amal yang kita akan bawa. Kita tidak akan memperoleh kebaikan kecuali kalau membawa kabaikan dan tidak akan memperoleh keburukan kecuali kalau mambawa keburukan.
“ Barangsiapa yang berbuat baik maka untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat buruk maka untuk keburukan dirinya sendiri”(Q.S Fushilat:46)
“ Dan tidak dibalas kamu,melainkan apa yang kamu kerjakan”(Q.S Al Israa:15,Yasiin:54,Fathir: 18)
“ sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan”(Q.S At Tahrim:7)
Makanan dunia yang dihidangkan untuk orang mati ataupun yang dikirim kepadanya mustahil akan sampai atau dinikmati olehnya sebab terjadinya perbedaan materi. Makanan dunia dan makanan roh (akhirat) berbeda materinya. Halusnya makanan dunia bukan dinikmati oleh roh orang mati melainkan dinikmati oleh setan-setan dari bangsa jin berdasarkan keteragan Rasulullah SAW (H.R Muslim).
Begitupun halnya penyembelihan hewan aqiqah untuk orang yang telah mati,adalah suatu kesalahpahaman. Penyembelihan hewan aqiqah hanya disyariatkan kepada orang tua terhadap anaknya yang baru lahir sebagai tebusan amanah dari Allah yang disembelih pada hari ketujuh kelahirannya (H.R Ahmad,Abu Daud,Tirmidzi),jadi tidak disyariatkan kepada orang hidup terhadap orang mati pada hari ketujuh kematiannya. Adapun kendaraan orang-orang mati dari alam dunia ke alam kubur itu disediakan oleh Allah melalui malaikat yang menjempunya (malaikat maut) sesuai dengan keadaan rohnya,sedangkan kendaraan dari alam kubur ke padang Masyaar disediakan oleh Allah sesuai dengan keadaan amalnya.
Kepercayaan tentang orang mati menikmati makanan orang dunia atau hewan sembelihan sebagai kendaraan orang mati bertentangan dengan akidah Islam dan merupakan tipu daya setan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah ,yang benar adalah bahwa makanan dan hewan sembelihan hanya diperuntukkan bagi orang-orang dunia dan bilamana kita menyembelih hewan atas nama orang yang telah mati maka itu termasuk perbuatan yang melanggar syariat (Q.S Al Maidah:3) dan termasuk perbuatan boros sebagai perbuatan setan (Q.S Al Israa:27)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s