TRADISI ATTUMATE DALAM TIMBANGAN SYARIAT (2)

Posted on Updated on

II. URUSAN KEMATIAN DALAM SYARIAT ISLAM
A. Perkara-Perkara yang Diperintahkan atau Disunnahkan.
Rasulullah Muhammad SAW,Sebagai wakil Allah untuk mengajarkan syariat agama kepada umat manusia.Tidak ada satupun syariat Allah yang di rahasiakan oleh Rasulullah melainkan telah di sampaikan kepada umat islam dengan sejelas-jelasnya melalui perkataan, perbuatan ataupun sikap Rasulullah.
Begtupun halnya dalam perkara kematan, Rasulullah telah mengajarkan dan membero contoh amalan – amalan yang dilakukan dalam urusan orang yang telah meninggal, yaitu :
1. Menasehati agar bersabar menghadapi penyakit, dan berprasangka baik kepada Allah, karena Allah tergantung terhadap prasangka hamba-hamba-Nya.
2. Melepaskan jimak-jimak yang melekat pada tubuh orang yang sakit parah karena jangan sampai mati dalam keadaan sedang memakai jimak, karena memakai jimak termasuk syirik.
3. Mentalqin / mengajarkan kalimat Laa Ilaaha Illallah ketika sakaratul maut atau sebelum meninggal (HR. Muslim).
4. Membacakan Yaasin ketika sakaratul maut (HR. Abu Daud dan Nasa’i).
5. Memejamkan matanya dan menutup mayat dengan kain (kesepakatan perawih hadist/muntafaq alaih).
6. Membayarkan utang / wasiatnya sebelum dikuburkan (HR. Ahmad dan Tarmidzi).
7. Menyebut-nyebut kebaikan orang yang telah meninggal karena malaikat mengaminkan apa yang kita ucapkan.
8. Memandikan mayat (HR. Bukhari-Muslim).
9. Mengkapani mayat dengan kain yang berwarna putih (Mntafaq Alaih).
10. Menshalati mayat (HR. Muslim, Ibnu Majah) kecuali orang yang mati sahid (HR. Bukhari) dan orang yang mati bunuh diri (HR. Muslim).
11. Membawa ke kuburan lalu dikuburkan (Muntafaq Alaih). Sebaik-baiknya mayat itu dikuburkan di tempat / di kampung mereka meninggal Sebagaimana yang dkatakan para sahabat kepada Rasulullah SAW.
Memberi tanah tiga kali disebelah kepala mayat (HR. Darqhutni).
12. Mendo’akan mayat setelah dikuburkan (HR. Abu Daud).
13. Ziarah kubur dan mendo’akan ahli kubur (HR. Muslim).
14. Berta’ziyat (melayat) keluarga yang berduka untuk menghiburnya dan membawakan makanan untuknya (HR. Bukhari-Muslim, Ahmad, Abu Daud).
Atau membantu mereka menyiapkan makanan untuk pelayat yang jauh.
15. Memenuhi wasiat-wasiatnnya sebelum dibagi harta warisannya.
16. Memohonkan ampunan bagi mereka yang muslim.

B. Perkara-Perkara yang Dilarang
Ada beberapa kegiatan sebagian umat Islam yang sebenarnya kegiatan itu dilarang oleh syari’at Islam, antara ain :
1. Meratapi mayat, yaitu menangis dengan disertai kata-kata yang berupa keluhan atau mengungkap-ungkap kebaikan orang yang telah meninggal dan sengaja mendengarkannya (HR. Abu Daud). Meratapi mayat termasuk kebiasaan orang-orang jahiliyah (HR. Muslim). Mayat itu akan tersiksa di dalam kuburnya karena diratapi di atasnya Muntafaq Alaih).
2. Menembok dan membuat bangunan di atas kuburan (HR . Muslim,, Ahmad dan Nasa’i).
3. Meninggikan kuburan (HR. Muslim).
4. Mewarnai kuburan (HR. Muslim).
5. Memaki-maki orang yang telah meninggal (HR. Bukhari) dan dengan begitu dapat menyakiti hati keluarga yang masih hidup (HR. Tirmidzi).
6. Duduk di atas kuburan (HR. Muslim).
7. Shalat menghadap kuburan (HR. Muslim).
8. Menginjak kuburan (HR. Ibnu Majah)
9. Memasang obor / lilin di atas kuburan (HR. Abu Daud dan Nasa’i)
10. Merusak tulang mayat / termasuk anggota tubuh yang lain (HR. Abu Daud).
11. Membongkat kubur kecuali dengan terpaksa, misalnya karena mayat itu belum dimandikan
12. Memindahkan mayat dari satu tempat ke tempat lainnya kecuali karena terpaksa, misalnya pemilik tanah keberatan atas penguburan mayat itu.
13. Berkabung lebih dari tiga hari, kecuali wanita kematian suaminya, masa berkabungnya adalah empat bulan sepuluh hari.
C. Perkara – Perkara yang Dibolehkan
Ada beberapa perkara yang boleh dilakukan dalam urusan orang mati, antara lain :
1. Boleh menangis karena sangat menyayangi atau suatu alasan yang membuat tidak sanggup membendung perasaan, sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah SAW ketika Ibrahim, putranya meninggal.
2. Boleh menshalati mayat yang telah dikuburkan apabila kita belum sempat menshalatinya karena terlambat datang, sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW.
3. Boleh mentayammumkan mayat apabila kesulitan mendapatkan air atau bila mayat perempuan di tengah-tengah laki-laki dan mayat laki-laki di tengah-tengah perempuan.
4. Boleh memberi tanda pada kuburan untuk mengetahui bahwa itu adalah kuburan keluarga kita.
5. Boleh melayat ke keluarga duka yang waktunya lebih dari tiga hari apabila terlambat datang atau terlambat mendapat informasi atau krena tidk sempat melayat pada hari kematian atau sampai tiga hari.
6. Boleh makan di rumah keluarga duka apabila terpaksa yaitu dalam keadaan lapar, rumah jauh, tidak ada tetangga/kerabat dari keluarga duka yang menyiapkan makanan untuk pelayat serta tidak membawa bekal, apabila keluarga duka menyiapkannya.
7. Boleh membaca Al Qur’an atau berzikir atas kematian seseorang, dengan niat bahwa membaca Al Qur’an atau zikir adalah wasilah agar Allah SWT mengabulkan do’a-do’a kita untuk orang mati itu, bukan dengan niat untuk mengirim pahala bacaan Al Qur’an/zikir kepada orang yang telah mati.
8. Boleh mengkafani mayat dengan kain yang bukan berwarna putih apabila kesulitan mendapatkan kafan yang berwarna putih.
9. Boleh membakar dupa di sekitar mayat dengan maksud pengharuman bila kesulitan mendapatkan alat pengharum lainnya apabila bau mayat agak mengganggu atau menimbulkan fitnah, pembakaran dupa hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali.
10. Boleh melakukan shalat jenazah di masjid sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW atas kematian Raja Najasyi, shalat jenazah di masjid terhadap mayat Sa’ad Bin Abu Waqqash dan Suhail Bin Baidha (HR. Bukhari).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s