TRADISI ATTUMATE DALAM TIMBANGAN SYARIAT (1)

Posted on

1.    PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Sebagian besar umat islam bila ada anggota keluarganya meninggal mengadakan acara khusus untuk keselamatan mereka pada kehidupan alam berikutnya. Acara selamatan itu, yang oleh masyarakat Islam Makassar diberinya nama “attumate” di lakukan setelah penguburan jenazah dan pada waktu-waktu tertentu.
Sedangkan sebahagian umat islam lainnya tidak mau mengadakan acara “attumate” tersebut. Ulama-ulamapun berbeda pendapat, ada yang membolehkan bahkan memimpinnya dan ada yang melarang meninggalkan dan mendakwakan untuk meninggalkannya.
Sesama ulama atau umat islam berbeda pendapat akan menimbulkan kebingungan umat islam  lainnya dan  mungkin kitapun bingung? Mana yang benar dan mana yang salah,mana yang sesuai syariat dan mana yang bertentangan dengan syariat,yang satu dengan yang lainnya saling mencela,menyalahkan dan dirinyalah yang dianngap benar.Islam hanya mengenal satu kebenaran, dan kebenaran itu hanya datang dari Allah.(Qs.As sajadah:3),Allah melarang  kita mencampur adukkan antar yang benar dengan yang  salah  dan tidak boleh mrnyembunyikan yang benar untuk melakukan yang salah(Qs.Al Baqarah:42).
Allah dalam Al Quran telah menyampaikan bahwa manusia itu hidup di muka bumi ini telah dibuatkan syariat (peraturan) dalam urusan agama,maka ikutilah syriat itu  dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”(Qs. Al Jatsiyah :18).
Allah dalam Al Quran,telah memperingatkan agar kita jangan melakukan apa-apa yang kita tidak miliki  pengetahuan atasnya.Karena sesungguhnya pendengaran,penglihatan
Dan hati akan dimintakan pertanggung jawabannya(Qs.Al Isra:36).Allah mengingatkan  bahwa jika kita mengikuti  amalan-amalan kebanyakan manusia di muka bumi ini tanpa melihat  kebenarannya,niscaya kita akan tersesat dari jalan Allah,karena kebanyakan manusia hanya mengikuti persangkaan belaka(Qs.Al An’am,116).
Rasulullah SAW mewasiatkan kepada umatnya agar “ikutilah sunnahku dan sunnah sahabat-sahabatku yang telah mendapat petunjuk dan jauhilah perkara baru yang diada-adakan,karna segala perkara baru adlah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat(HR. Abu Daud,Tirmidzi).
Berbedanya pendapat  para Ulama atu banyaknya Umat Islam yang melakukan acara”ATTUMATE”apakah kita akan mengambil sikap”mengikuti saja para orang banyak sekalipun mereka itu belum tentu benar atau akan menyesatkan kita?(Qs.Al An’am:116).Pergunakanlah akal yang  anugrahkanAllah kepadamu,kembalikan perbedaan  kepada Allah(Al Qur’an) dan Rasul-Nya (As Sunnah).Ingat,Allah akan murka kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

B.    Ukuran Kebenaran Dan Kebatilan.
Allah menurunkann Al Qur’an untuk mengajarkan kebenaran,memerintahkan untuk
Berjalan di atas kebenaran dan menjauhi kebatilan.Kebenaran akan membawa manusia kepada kebahagiyaan dan kebatilan akan membawa manusia kepada kesengsaraan hidup.
Seorang manusia tidak akan bingung atau terombang ambing bila memegang prinsip islam. Adapun prinsip Islam, antara lain:
1.    Kebenaran adalah ajaran yang sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasul. Ajaran yang bertentangan dengan Al Qur’an dan sunnah adalah kebatilan.
2.    Tidak ada ibadah kecuali yang di syariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Amalan yang menyerupai ibadah yang tidak di syariyatkan  hanyalah sebuah kesesatan.
3.    Tidak ada kewajiban bagi manusia yang tidak sanggup melakukannya.Janganlah memaksakan diri untuk melakukan suatu ibadah yang tidak sanggup dilakukan. Islam menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan atau sesuatu yang memberatkan.
Untuk menentukan suatu amalan yang dianggap ibadah, yaitu yang di dalamnya terkandung suatu harapan (pahala) dan rasa takut (dosa atau kesusahan), maka kita kembalikan kepada solusi yang di berikan Allah, yaitu kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul;
1.    Suatu amalan di katakan benar (ibadah) bila ada dalil dalam Al Qur’an dam hadist yang memerintahkan untuk melakukan amalan itu.Bila tiadak ada dalil yang mensyriatkannya maka amalan adalah amalan yang di ada-adakan (bid’ah),sedangkan bid’ah adalah sesat.
2.    Suatu pendapat /ajaran di katakan benar bila pendapat/ajaran itu sesuai dengan Al Qur’an dan hadist.Dan bila bertentangan maka pendapat/ajaran itu salah/sesat dan menyesatkan
3.    Sunnah Rasul/Hadist adalah penjelasan atau keterangan-keterangan untuk Al Qu’an. Tidaklah mungkin Hadist bertentangan dengan Al Qur’an.Hadist yang bertentangan dengan Al Qur’an tidak bisa di jadikan dasar untuk melaksanakan suatu amalan,bila amalan itu  tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah SAW.
Amalan yang diada-adakan diharamkan oleh Allah (Qs Al A’raf:33) dan Rasulullah SAW menyatakannya sebagai amalan yang di tolak atau sesat.
”Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada atasnya perintah kami maka tertolak”.(HR.Bukhari-Muslim).
“Jauhilah perkara baru yang di ada-adakan (dalam agama),karena segala perkara baru yang di ada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan tempatnya adalah Neraka”(HR.Abu Daud,Tirmidzi,dan Ad Darimi’).

One thought on “TRADISI ATTUMATE DALAM TIMBANGAN SYARIAT (1)

    yayuelsah responded:
    2 Mei 2013 pukul 20.09

    Reblogged this on ELSAH BLOG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s