PENGAKUAN HIJRAH SEORANG AHLI BID’AH

Posted on Updated on

images
Di sebuah desa terdapat sebuah keluarga yang dianggap asing oleh lingkungan karena hijrah meninggalkan Amalan-amalan bid’ah yang sudah mendarah daging dalam masyarakat.Berikut pengalamannya:
”Aku adalah seorang warga yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang beragama Islam,yang kata ayahku bahwa kami sekeluarga atau sekampung adalah golongan ahlusunnah waljamaah.Aku bangga sebagai ahlu sunnah waljamaah,karena golongan ini kata guruku adalah golongan yang dijamin masuk surga.
Kujalankan Islam sesuai yang dilakukan oleh masyarakat,termasuk amalan yang tidak pernah diajarkan oleh guru-guru agama di sekolah,antara lain selamatan untuk orang mati,mengaji untuk orang mati,barzanji,peringatan maulid Nabi SAW di rumah-rumah warga,dan sebagainya.Aku percaya bahwa semua itu adalah kebaikan dan termasuk amalan Islam karena dipimpin oleh imam-imam dan bahkan Pak Kyai yang kukenal sebagai panutan dalam Islam,apapun yang dikatakan atau dilakukan Pak Kyai kami pasti percaya bahwa itu adalah kebenaran.
Selain itu,aku aktif pula apa amalan yang diajarkan oleh dukun sekaligus guru tarekatku,yaitu mendekatkan diri kepada roh-roh seperti roh penguasa bumi,penguasa air,penguasa adat dan nama-nama lainnya yang membuat kami ketakutan untuk tidak mempercayainya,kami melakukan persembahan sesajen kepada roh-roh yang rutin pada waktu tertentu.
Yang membuatku bangga sebagai umat Islam,karena aku menganut ajaran tarekat,bahkan guru tarekatku telah menjaminku masuk surge hanya dengan bermodalkan emas 1 gram dan uang Rp.250.000,- ,bagiku surge itu murah.Beberapa ilmu yang telah kuperoleh dari guruku antara lain sahadat batin,shalat batin,zikir batin,puasa batin,nikah batin dan lain batin-batin lainnya. Dengan shalat batin guruku menjamin aku bisa masuk surga tanpa melalui pemeriksaan Mungkar dan Nakir,sekalipun aku tidak melaksanakan shalat lima waktu atau puasaku hanya 9 hari di Bulan Ramadhan.Aku memiliki banyak mantra,termasuk untuk menaklutkan hati perempuan yang ingin kupacari dan mantra kekebalan terhadap senjata,dan memang telah terbukti.
Yang paling kubenci di kampungku adalah seorang keluarga yang selalu disebut orang Muhammadyah,karena mereka amat membenci kepercayaan dan amalan kami,yang katanya sesat,bid’ah dan syirik.Mereka menuduh tarekat kami sesat padahal guruku mengaku mendapat ilmu langsung dari Allah dan bahkan guruku mengaku sudah tiga kali dikuburkan,bagiku guruku terekatku itu adalah wali Allah walau kuakui bahwa guruku tidak pernah menginjak masjid,tidak berpuasa di bulan Ramadhan,anti al Quran dan hadis”.
Semoga menjadi inspirasi.
Hingga…. Suatu ketika Allah memberiku cobaan berupa penyakit,yang dokter-dokterpun tidak tahu jenis penyakit dan obatnya.Tabib-tabib dan dukun-dukunpun tidak berhasil sebagamana yang dijanjikan.Segala usaha telah kulakukan untuk melawan penyakit tapi aku selalu saja kalah,sampai kudapatkan berita bahwa “Allah sayang kamu”,”Allah menginginkan aku kembali ke jalannya”,”Allah ingin mengampuni dosa-dosaku”. Terjadi perdeabatan dalam batinku,”Salahkah jalan hidupku ?,banyakkah dosaku ?,sesatkah kepercayaan dan amalanku selama ini ?.
Akhirnya aku tertarik membaca dan mengkaji Al Quran dan Terjemahannya. Melalui Al Quran inilah Allah membimbingku untuk mengenal kebenaran. Melalui Al Quranlah aku mulai paham bahwa Islam tidak boleh dicampuradukkan dengan ajaran nenek moyang, Allah memanggilku untuk kembali ke Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya dan meninggalkan tradisi-tradisi nenek moyang. Melalui al Quranlah,Allah memberitahukanku bahwa roh-roh penguasa bumi,air,adat dan sebagainya itu hanyalah nama yang dibuat-buat oleh nenek moyang yang tidak pernah Allah ciptakan yang seperti itu. Melalui Al Quranlah,Allah mengajariku bahwa ajaran yang bersumber di luar dari Al Quran adalah ajaran setan,setanlah yang mengajari guru-guru tarekatku dengan ajaran-ajaran sesat agar kami seperguruan masuk neraka.Mantra-mantra adalah ajaran setan dan bisa terbukti karena bantuan setan,setanlah yang membuktikannya.Melalui Al Quran,Allah memebritahukanku bahwa dukun adalah wali dan utusan setan untuk menyesatkan manusia,kuburan keramat adalah tempat-tempat setan untuk menyesatkan manusia.Setan di kuburan keramat itulah menjalin kerja sama dengan dukun-dukun untuk menyebarkan kesesatan dan kesyirikan.
Selanjutnya,akupun terus mengkaji ajaran Islam dengan membeli dan membaca Kitab-Kitab Hadis,dan Buku-Buku Islam yang mengajarkan berislam yang benar sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasul.
Dan akhirnya,kuakui bahwa yang dikatakan oleh “Orang Muhammadyah” dulu yang kubenci itu adalah benar,bahwa kepercayaan dan amalanku dulu itu adalah sesat,bid’ah dan syirik.
Kini dalam kondisi yang semakin lemah aku masih giat menuntut ilmu dan berusaha mengamalkannya.Kujemput kematianku dengan berusaha mengamalkan sunnah dan meninggalkan amalan-amalan bid’ah.bagiku,bid’ah adalah sesat sekalipun dilakukan atau dipmpin oleh Kyai atau Tokoh-tokoh agama,yang benar hanyalah sunnah,yaitu kepercayaan dan amalan yang bersumber dari Allah dan diajarkan oleh Rasul-Nya,sedangkan bid’ah adalah kepercayaan dan amalan yang bersumber dari hawa nafsu manusia yang tidak mendapat petunjuk atau yang tidak mengetahui kebenaran.
Dan telah menjadi tekadku untuk mendakwakan kebenaran dengan harapan saudara-saudaraku giat menuntut ilmu agar sadar atas kekeliruannya sehingga bisa meningalkan bid’ah dan kembali kepada sunnah.Dan kepada saudara seperguruan tarekatku,sadarlah bahwa tarekat yang kalian ikuti itu adalah atarekat sesat sebagai ajaran setan,segeralah tinggalkan sebelum Maut datang menjemputmu,marilah kita bersama-sama berjalan menuju Allah melalui jalan yang telah dibentangkan Allah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

DUKUN ITU SESAT DAN MENYESATKAN

Posted on

ASALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Salah satu nikmat terbesar Allah kepada kita adalah nikmat iman dan nikmat Islam, karena tidak semua orang bisa dianugerahi iman tanpa kehendak Allah,dan tidak semua orang bisa beragama Islam tanpa kehendak Allah. Alhamdulillah kita adalah orang yang dikehendaki Allah untuk beriman dan beragama Islam.Oleh karena itu mari kita syukuri nikmat ini dengan mewujudkan keimanan kita dengan cara melaksanakan Islam sesuatu dengan ajaran Allah dan tuntunan Rasulullah SAW.
Sebagai umat Islam,tentu kita tak pernah lupa mengirimkan salawat kepada guru besar kita,Rasulullah Muhammad SAW,yang merupakan utusan Allah dalam mengajarkan Islam kepada umatnya.Oleh karena itu,marilah kita senantiasa mengkuti tuntunan Rasulullah SAW dan tidak mengikuti tuntunan atau ajaran lainnya,seperti ajaran dukun.
cropped-katakan-allah-itu-esa.jpg

SAUDARA-SAUDARA PENCINTA ISLAM YANG SEMOGA DIRAHMATI ALLAH
Pada kesempatan ini,kami hadir memberi peringatan kepada saudara-saudara tentang bahwa mempercayai dan mendatangi dukun.
Penyakit yang membuatku mengenal beberapa dukun.Namun,penyakit itu pula yang menyadarkanku bahwa ternyata dukun itu adalah utusan Iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.Mulanya aku kagum terhadap dukun yang memiliki berbagai kelebihan,antara lain dapat meramal,dapat mengobati segala macam penyakit tanpa operasi dan tanpa pendidikan, memiliki ilmu-ilmu batin,dapat memberi berkah kepada orang yang kaya atau cepat kawin, dapat membantu seorang untuk melenyapkan musuhnya di muka bumi,dapat membantu seseorang untuk mewujudkan ambisinya dan sebagainya, sampai aku benar-benar percaya bahwa dukun adalah kekasih Allah yang mendapat ilmu dan petunjuk dari Allah.Sehingga akupun percaya bahwa dukun itu telah menguasai ilmu ma’rifat sehingga biar tidak sembahyang,biar tidak menginjak masjid,atau biar tidak puasa tidak ada masalah baginya karena telah terjamin keselamatannya di akhirat. Beberapa ilmu yang kuperoleh dari kedekatanku dengan dukun,antara lain ilmu kekebalan,ilmu mahabbah/percintaan,dan ilmu-ilmu tarikat keselamatan akhirat tanpa perlu melaksanakan syariat Islam.Tapi itu dulu sebelum tahun 2007,setelah itu penulis pertaubat dari segala hal yang berhubungan dengan dukun,kini kuaktif mengkampayekan kesesatan dukun untuk menyelamatkan saudara-saudara yang lain.
Namun,karena karena keseringan berhubungan dengan dukun akhirnya muncul kecurigaan dalam diri tentang siapa dibalik dukun itu.Ada dukun kalau mau mengobati orang masuk dulu ke kamarnya menemui sesorang yang gaib.Ada dukun kalau mau mengobati dimasuki dulu oleh roh lain dan mengaku sebagai orang yang dikubur seperti Daeng Toa,Syekh Yusuf dan sebagainya.Ada dukun kalau mengobati melihat-lihat dulu daun siri lalu ada yang datang membisikinya.Ada dukun kalau mau mengobati membuka-buka dulu Al Quran lalu menebak penyakit.”Berarti dukun itu tidak ada apa-apanya karena tergantung pada orang yang membisikinya,yang membantu pengobatannya”,batinku.
Mataku sendiri menyaksikan seorang dukun yang kesurupan dan mengaku Daeng Toa yang kuburannyan di Panaikang Bantaeng datang membawakan emas untuk dukun itu,ternyata benar,kotak yang telah disiapkan penuh dengan perhiasan emas,”emas itu dari mana sampai begitu banyak,jangan..jangan…”. Pikiranku mencurigai,jangan-jangan emas itu dicuri di tokok emas,kasihan pemiliknya.Aku semakin curiga pada siapa dibalik dukun itu,saat dukun perempuan itu membawaku ke sebuah hutan di Teko Bantaeng.Di dalam hutan itu ada tempat berhala.Aku bersama pasien lainnya harus memberikan penghormatan kepada benda berhala yang diletakkan di atas rumah-rumah yang dipimpin oleh dukun perempuan tersebut.”Wah… ada yang tidak beres nih kalau begini,inikan menyembah berhala”.

SAUDARA-SAUDARA PENCINTA RASULULLAH SAW YANG SEMOGA ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA
Umumnya dukun memiliki kesamaan dalam menjalankan profesInya,antara lain:
1. Meramal nasib seseorang melalui telapak tangan atau dari namanya,jadi mereka seakan-akan mengetahui perkara yang gaib,atau hal-hal yang terjadi pada diri manusia padahal mereka tidak pernah belajar ilmu ramalan.Mereka juga mengetahui waktu yang baik dan waktu yang buruk.
Ada dukun yang merupakan keluarga penulis sendiri pada tahun 1991 mengatakan bahwa akan kiamat pada tahun 2005,tetapi tidak terbukti.Ada pula dukun yang mengatakan pada penulis bahwa bisa lulus jadi PNS kalau menyeberang lautan,tetapi tidak terbukti karena penulis lulus di daerah sendiri.
2. Dukun mampu menebak suatu penyakit hanya melalui daun siri,rokok,lembaran Al Quran,dari nama dan sebagainya,padahal mereka tidak pernah belajar ilmu kedokteran.
3. Jenis penyakit pasienpun selalu ada kesamaan,antara lain karena amarah roh penghuni kuburan atau tempat keramat,amarah nama-nama penguasa gaib “patanna butta,patta kampong,patanna je’nek,patanna anrong pare,patanna jeknek,patanna pakkalengkeran, patanna pangadakkan”,dan sebagainya.Ada juga yang mengatakan sihir yang dikirim oleh orang yang sakit hati atau iri pada pasien.
4. Cara mengobatinya pun selalu ada kesamaan,yaitu memberikan air yang telah dimantra-mantrai untuk diminum atau dimandi,memberikan minyak-minyak yang telah dimantrai ,memberikan jimat-jimat untuk digantung di tubuh,atau ditempel di jendela atau disimpan di bawah kasur atau diikat dipergelangan kaki/tangan.Ada pula yang menyuruh pasien untuk mendatangi tempat/kuburan keramat untuk mempersembahkan sesajen atau menyembeli hewan untuk penghuni tempat/kuburan keramat tersebut.Ada pula dukun yang menyuruh pasiennya membuat rumah-rumah lalu disimpan di atas langit-langit rumah,atau menyuruh pasien membakar kemenyan setiap malam Senin atau malam Jumat.
5. Umumnya dukun memiliki ilmu-ilmu batin yang bisa menyelamatkannya di akhirat,sehingga rata-rata dukun itu tidak sembahyang,tidak menginjak masjid,puasa semaunya,tetapi menunaikan ibadah haji.Ada pula dukun yang merangkap sebagai guru tarekat,yang mengajarkan sahadat batin,shalat batin yang semuanya tidak didapati dalam Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW dan itulah yang dianggap penting dibanding syariat yang diturunkan Allah.Sungguh hebat dukun-dukun itu.Yang lebih hebat lagi adalah dukun-keluarga penulis yang mengaku pernah naik ke langit dan bertemu dan melihat langsung wajah Allah,wah terlalu hebat karena Rasulullah SAW saja waktu Isra’ M’raj mengaku hanya mendengar suara dan melihat cahaya yang amat terang dan tidak melihat langsung wajah Allah,yang dilihatnya hanyalah wajah Malaikat Jibril yang asli.
DSC_0002013

KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH
Kecurigaanlah yang mendorong penulis untuk menyelidiki tentang siapa dibalik kehebatan dukun itu ?, Siapa yang ditemui dukun itu di dalam kamarnya ?.siapa yang membisiki dukun itu ?,benarkan yang masuk ke tubuh dukun itu adalah roh penghuni kuburan/tempat keramat itu,emas yang dibawa oleh roh yang memasuki dukun apa miliknya sendiri atau dicuri di took emas ?.Apakah ilmu-ilmu batinya itu dibenarkan dalam Islam ?.Kupelajari Al Quran terjemahan,Kitab Hadis,Buku-Buku Agama dan Majalah Islam.
Dari keterangan Al Quran,Hadis dan pendapat Ulama,penulis menyampaikan beberapa pendapat tentang dukun,antara lain:
1. Dukun telah bersekutu dengan setan dari bangsa jin tetapi mereka tidak menyadarinya.Ilmu yang diperolehnya berasal dari ajaran setan dan yang membantu pekerjaannya adalah setan-setan dari bangsa jin,sebagaimana Firman Allah:
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS.Az Zukhruf:36-37).
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan “(QS. Jin : 6)
2. Dukun bisa meramal karena ada setan dari bangsa jin yang membisikinya,dan bisikan setan itupun tidak semuanya benar karena setan itu hanya mencuri berita di langit lalu ditambah 100 kebohongan.Dukun tidak tahu apa-apa tentang perkara yang gaib,yang dikatakannya itu hanyalah kebohongan dan ramalannya haram dipercaya.Perhatikan Firman Allah:
“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib kecuali Allah” (Qs. An-Naml : 65 ).
Berkata Asy Syaikh Al Allamah Abdurrahman As-sa’di Rahimahullah : “ Allah mengikrarkan bahwa Dia sematalah yang mengetahui perkara yang ghaib di langit dan di bumi sebagaimana Allha Ta’ala berfirman : “ Pada sisi Allah lah kunci-kunci semua perkara yang ghaib, tidak ada yang mengetahui perkara yang ghoib kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan dilautan dan tidak sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula dan tidak jatuh sebutir bijipun di kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata.Dan Allah berfirman “ sesungguhnya hanya disisi Allah ilmu tentang hari kiamat dan Dia menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim…” sampai akhir surat.Perkara yang ghaib dan semisalnya merupakan kekhususan bagi Allah dalam pengilmuanNya, tidak mengetahuinya baik itu malaikat yang terdekat atau nabi yang diutus. (Taisirul Karimur Rahman Syaikh As-Sa’dalam ayat ini).
3. Dukun tidak mampu merubah nasib seseorang dengan mendatangkan apa yang ditahan oleh Allah dan menahan apa yang didatangkan oleh Allah,seperti mempercepat jodoh orang yang ditakdirkan lambat dan memperlanbat orang yang ditakdirkan cepat, memenangkan kompetisi orang yang ditakdirkan kalah dan mengalahkan orang yang ditakdirkan menang.Yang bisa melakukannya hanya Allah,Dan segala yang terjadi pada diri manusia adalah takdir Allah yang telah tercatat jauh sebelum penciptaan langit dan bumi,jadi bukan karena pengaruh dukun,sebagaimana Firman-Nya:
“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS.Al An Aam:17).
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan sendiri (kesialan) kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia” (QS.Yunus : 107).
“Tiada suatupun bencana yang menimpa di bumi dan tidak pula diri sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami menciptakannya” (QS. Al Hadid : 22).
Nabi Muhammad SAW saja tidak bisa mendatangkan kebaikan dan keburukan bagi manusia,apalagi yang bukan nabi,seperti Firman Allah:
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”(QS.Al A’raaf:188)
th_095

SAUDARA-SAUDARA PENCINTA SUNNAH YANG DIRAHMATI ALLAH
4. Tentang nama-nama penguasa gaib yang disebutkan di atas itu semuanya dusta,Allah tidak pernah menciptakan semua itu,sebagaimana Firman-Nya:
“itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan Bapak-bapak kamu mengadakannya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk menyembahnya. Mereka tidak lan hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diinginkan hawa nafsu mereka” (Q.S. An Najm : 23).
Oleh karena itu,nama-nama tersebut tidak perlu ditakuti karena tidak bisa memberi hukuman,kalaupun ada yang sakit itu adalah ulah Iblis dan pasukannya,dan tidak perlu pula diharap memberi rezki,kalau ada yang terbukti maka itu hanyalah tipu daya setan,sebagaimana Firman Allah:
“Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat menghukum dengan sesuatu apapun” (Q.S. Al Mukmin : 20). “Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak dapat memberikan rezeki kepadamu. Maka mintalah rezeki di sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya” (Q.S. Al Ankabut : 17).
5. Cara pengobatan dukun,berupa persembahan sesajen kepada roh penghuni tempat/huburan keramat,pemberian jimat-jimat termasuk mempersekutukan Allah karena meminta pertolongan atau mempersebahkan kurban kepada selain Allah.Mendatangi suatu tempat yang diagungkan apalagi meminta sesuatu atau mempersembahkan sesuatu padanya termasuk syirik besar yang menyebabkan pelakunya masuk neraka.Ingat Firman Allah:
“janganlah kamu menyeru Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang yang diadzab” (Q.S. Asy Syuara : 213).
Rasulullah SAW bersabda“Barang siapa menggantungkan jimak penangkal pada tubuhnya, maka Allah tidak akan menyempurnakan kehendaknya” (HR. Abu Daud).”Jimat-jimat adalah syirik” (HR.Muslim).
6. Dukun itu adalah orang sesat dan menyesatkan.Oleh karena itu,harus dijauhi sejauh-jauhnya kalau memang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan beriman kepada hari akhirat,karena mendekati dukun akan menimbulkan kehancuran dalam beragama dan kesengsaraan hidup di akhirat.Ingat sabda Rasulullah SAW:
”Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, membenarkan apa yang diucapkannya maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wassallam “ (HR. Al-Hakim dan Ahmad).
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal (dukun dan sejenisnya) menanyakan sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam” (HR Muslim)
“Bukan umatku dukun,dan orang yang mendatangi dukun,tukang zihir dan orang yang meminta bantuan zikir” (HR.Al Bazaar)
Asy Syaikh Al Allamah Shalih Fauzan berkata: “Karena keberadaan dukun sangat berbahaya bagi masyarakat yang berimbas kepada aqidah dan tauhid” (Iaanatul mustafid, jilid 1 hal 370). Dan berkata Asy Syaikh Shalih Al-Fauzan : ” Perdukunan termasuk perbuatan syirik dikarenakan didalamnya terkandung pengakuan dukun sebagai sekutu bagi Allah didalam ilmu ghoib ” (Al Mulakhos Syarhu Kitabit Tauhid : 217).
Dukun memiliki ilmu batin yang biasa diajarkan kepada pasien atau pengikutnya yang jahil (bodoh) dan malas beribadah.Dengan ilmunya itu maka para pengikutnya sudah merasa tenag dari azab Allah sekalipun tidak melakukan ibadah karena sudah ilmu yang menjamin keselamatannya di akhirat,padahal ilmu tersebut sumbernya di luar Al Quran dan Sunnah Rasul,jadi termasuk ilmu setan atau sesat,sebagaimana Firman Allah:
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS.Az Zukhruf:36-37).
7. Dukun adalah penyebar kejahatan dan permusuhan
Dukun bisa membunuh orang lain atau membantu orang lain untuk melenyapkan musuh-musuhnya,atau membantu orang lain untuk membuat musuh-musuhnya sengsara karena kemiskinan atau penyakit.Makanya banyak orang yang takut kepada dukun,karena takut disihir atau disantet yang membuatnya mati mendadak atau mengerikan.Menyakiti ataupun membunuh orang lain itu pasti termasuk kejahatan.
Dukun dalam mengobati pasien kadang main fitnah,menfitnah tetangga atau rekan kerja pasien sebagai biang penyakit atau kehancuran usahanya atau yang membuat lambat pertumbuhan ekonominya,padahal semua itu hanyalah prasangka dan fitnah belaka.Dengan prasangak dan fitnah yang demikian maka pasien dan keluarganya bisa bertengkar dan bermusuhan dengan tetangga dan rekan kerja yang dituduh tersebut,sedangkan yang dituduh tidak tahun apa-apa.Ingat Firman Allah:
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu alasan yang benar.” (QS Al Isra : 33)
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah jahanam. Ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutuknya serta menyediakan azab yang pedih baginya.” (QS An Nisa : 93)
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hujuurat:12)
Membunuh dan yang dibunuh sama-sama masuk neraka,yang termasuk membunuh adalah dukun santet dan orang yang meminta bantuan dukun untuk membunuh orang lain,atau meminta bantuan dukun tetapi lebih duluan disantet oleh musuhnya lantas mati maka masuk juga neraka,sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
“Apabila dua orang Islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada di dalam neraka.” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah wajar yang membunuh masuk neraka, lantas bagaimana gerangan yang terbunuh?” Beliau menjawab, “Karena ia juga sangat berambisi untuk membunuh sahabatnya.” (HR. Bukhari).
Kalau orang lain dapat dibuat bermusuhan maka diri dukunpun demikian.Dukun begitu mudah memusuhi orang-orang yang tidak mengikuti keinginannya,atau yang menghina profesinya,makanya janganlah heran bila seorang dukun memusuhi seorang maka permusuhannya itu akan dibawa sampai mati sekalipun terhadap orang tuanya dan jangan harap seorang dukun akan meminta maaf kepada orang lain,karena dukun itu menganggap diri paling benar dan paling suci dibanding orang lain.Setan pengawal atau pemimpinnyalah yang mengajari bertahan dalam permusuhan,karena andaikan Alah atau malaikat yang memimpin dukun itu maka tidaklah mungkin akan mengajarinya membunuh atau menyebarkan permusuhan.

SAUDARA-SAUDARA YANG DIRAHMATI ALLAH
8. Dukun adalah utusan Iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah
Apapun cara bisa dilakukan Iblis untuk membuktikan persangkaan manusia,seperti persangkaan bahwa dukun itu hebat,persangkaan bahwa penghuni tempat kuburan keramat atau penguasa gaib bisa mendatangkan kebaikan (kekayaan atau kesembuhan) dan bisa pula mendatangkan keburukan (kemiskinan atau penyakit),sebagaimana Firman Allah:
“Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (QS.Saba:20).
Jadi siapa saja bisa diganggu dan disakiti oleh Iblis dan pasukannya,kecuali anda yang benar akidahnya terhadap Allah,yang tidak percaya pada mitos-mitos atau persangkaan.Bagi anda yang percaya pada dukun akan muda diperdaya oleh Iblis dan pasukannya,kecuali saudara yang beriman kepada Allah,Rasul dan hari kemudian. Barang siapa yang hanya takut kepada Allah maka Iblis dan pasukannya akan takut kepada Allah.Ingat,Iblis telah bersumpah akan menyesatkan manusia dengan segala macam caranya dan tekadnya untuk menyesatkan manusia telah direstui oleh Allah,karena melalui Iblis dan pasukannya dapat diketahui siapa diantara manusia yang benar-benar beriman dan siapa yang tidak beriman.Perhatikan Firman Allah:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’ Allah berfirman ‘Sesungguh kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat aku benar-benar akan mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur .”(QS. Al A’raaf:12-20).
“Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS.Al Israa:63-64).
“Hai anak Adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian kedua untuk memperlihatkan kepada kedua auratnya. Sesungguh ia dan pengikut-pengikut melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguh Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”(Al a’raf:27).
Berdasarkan uraian-uraian di atas maka sangat jelaslah bahwa dukun bukanlah kekasih Allah melainkan kekasih setan,Bukanlah orang yang mendapat petunjuk dari Allah melainkan mendapat kesesatan.Bukan tempat meminta bantuan atau pertolongan, melainkan tempat untuk menghancurkan masa depan kita di negeri akhirat.Bukanlah orang yang hebat lagi pintar melainkan orang lemah lagi bodoh.Kalianlah yang memahami agama,yang beriman dan bertakwa atas dasar ilmu,atas dasar kebenaran,atas dasar Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai orang yang pintar,Oleh karena itu jauhilah dukun sejauh-jauhnya agar Iblis tidak menjadikanmu sebagai hambanya.Jadikanlah diri hanya sebagai hamba Allah,bukan hamba Iblis yang telah dilaknak oleh Allah.Janganlah takut kepada dukun melainkan hanya takutlah kepada Allah.Ingat pesan Allah: “Janganlah kamu takut kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44), “Allahlah yang berhak kamu takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS.Taubah:13), “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12).

SAUDARA-SAUDARA PENCINTA KEKEBARAN
Akhirnya penulis berkesimpulan bahwa dukun adalah utusan Iblis untuk menandingi dakwah Rasulullah SAW.Di kala Rasulullah SAW mengajarkan kebenaran, maka Iblis melalui dukun tampil mengajarkan kesesatan. Ketika Islam menunjutkan kepada jalan yang benar maka dukun menunjutkan kita kepada kesesatan. Oleh karena itu,wahai saudaraku waspadalah terhadap tipu daya setan melalui dukun,dan tetapkah di jalan Allah yang benar dan Semoga Allah memberi petunjuk dan kekuatan bagi kita semua untuk menjauhkan diri dari tipu daya Iblis beserta pasukannya.
WASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

HATI-HATILAH MEMAKAI GELAR HAJI

Posted on

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bersyukurlah kita sebagai umat Islam,karena Islam adalah satu-satunya agama yang telah disempurnakan dan diridhoi oleh Allah Oleh karena itu wujudkan rasa syukur kita kepada Allah dengan melaksanakan agama Islam ini dengan sebenar-benarnya dan semurni-murninyamembersihkan agama ini dari amalan-amalan sesat,bid’ah dan yang mengandung kesyirikan.Yaitu dengan melaksnakan Islam sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW,dan yang telah diamalkan oleh para sahabat dan orang-orang saleh yang terdahulu dan di masa sekarang.
Salawat tak lupa pula kita kirimkan kepada Rasulullah SAW yang merupakan guru besar kita dalam beragama kita.Pengakuan kita sebagai umat Muhammad SAW bukan hanya dengan mengirimkan salawat kepadanya,melainkan dengan mentaati atau mengikuti sunnahnya, meneladani akhlaknya atau kalau memiliki ilmu maka dakwahkanlah Islam yang benar kepada saudara-saudara kita.
ulis uzt
Pada kesempatan ini,kami hadir di hadapan saudara-suadara untuk mengingatkan salah satu tradisi masyarakat antara lain memakai gelar haji.
Telah menjadi tradisi bagi sebagian umat Islam di tanah air kalau telah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah atau setelah wukup di Arafah maka mereka menambah namanya dengan gelar haji (H) bagi laki-laki dan gelar hajjah (Hj) bagi wanita. Mereka pun saling menyapa dengan sebutan “Pak Haji” atau “Ibu Haji/Ibu Hajjah”.gelar itupun di bawah pulang ke tanah air sebagai nama sapaan masyarakat terhadap orang-orang yang telah melasanakan rukun Islam yang kelima ini.
Gelar haji dipakai untuk berbagai keperluan dan penulisan,antara lain ditulis di pintu rumah, pada penulisan undangan dan atau surat-surat penting dan disebut pada pertemuan-pertemuan penting.Dan bahkan dinisan kuburannya pun ditulis nama beserta gelar hajinya. Pemakaian gelar hajii merupakan pemberitahuan kepada masyarakat luas bahwa dirinya telah melaksakan rukun Islam yang kelima atau untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat bahwa dirinya adalah seorang haji atau sama dengan memamerkan ibadah kepada orang lain padahal ibadah hajinya itu belum tentu mabrur.Makanya ada yang marah bila tidak disebut gelar hajinya atau tidak ditulis gelar hajinya dalam penyebutan atau penulisan namanya karena dianggap tidak diakui kehajiannya.Bahkan, yang bersangkutan sendiri yang menyebut atau menulis gelar hajinya.Jadi seakan-akan mereka menganggap bahwa gelar haji wajib dipakai bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji dan diragukan kehajian orang-orang yang tidak mau memakai gelar haji padahal telah melaksanakan ibadah haji.
Gelar haji menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi seseorang sebagai orang yang mampu dan sebagai orang yang telah sempurna keislamannya,sehingga mereka dalam masyarakat kadang memperoleh perlakuan yang agak istimewa dibanding dengan orang lain yang belum atau yang tidak bergelar hari.Hal ini sangat terasa kalau ada pesta-pesta atau pertemuan,yang biasanya pak haji atau ibu hajjah diberi tempat/kedudukan yang lebih atas atau di depan.

SAUDARA-SAUDARA PENCINTA SUNNAH YANG DIRAHMATI ALLAH,
Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima.Rukun Islam atau ibadah lainnya adalah mengucapkan dua kalimat sahadat,mendirikan shalat,berpuasa di Bulan Ramadhan dan mengeluarkan zakat.Rukun Islam atau ibadah ini adalah ibadah dalam hubungan kita dengan Allah yang membutuhkan keikhlasan,artinya dilakasanakan semata-mata karena mengharap ridho atau rahmat dari Allah,bukan mengharap pengakuan dari sesama manusia.Hanya kita dan Allah yang tahu keikhlasan kita.Sebelum dan sesudah melasanakan suatu ibadah,kita tidak perlu memberitahukan orang lain,karena bukan orang lain yang akan menilai ibadah kita,justru memberitahukan pada orang lain atas ibadah yang akan atau yang telah kita lakukan dengan maksud agar orang lain mengetahui dan mengakuinya adalah termasuk riya,bukankah riya’ itu bisa merusak ibadah ?.
Rasulullah SAW adalah suri teladan umat Islam dalam melaksanakan syariat Islam.Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan atau memberi contoh pemakaian gelar-gelar ibadah haji. Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah orang-orang yang memahami Islam.Mereka yang lebih duluan melakukan ibadah haji,tetapi adakah mereka memakai gelar haji ?,tentu tidak ada.Begitupun para tabiin,tabiut tabiin dan imam-imam mazhab tidak ada yang memakai gelar haji padahal mereka semua telah menunaikan ibadah haji. Kalau saja pemakaian gelar ibadah itu dibolehkan,maka mengapa tidak sekalian memakai gelar ibadah lainnya, Shalat (S), Puasa (P) atau Zakat (Z).
Yang dinilai oleh Allah dari ibadah kita adalah keikhlasan dan ketepatan pelaksanaannya.Para malaikat tidak akan menulis gelar haji kita dibuku catatan amal,tidak akan memanggil nama kita beserta gelar haji kita,dan Tuhanpun demikian tak akan mengakui gelar ibadah yang tidak pernah diajarkannya,apalagi bila gelar itu membuatnya riya’,sombong lagi membangga-banggakan diri.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membangga-banggakan diri (QS.Qashshas:76).
Bagi umat Islam yang menginginkan ibadah hajinya diterima oleh Allah maka harus menjaga atau memperhatikan dua syarat diterimanya ibadah,yaitu;
1. Dilaksanakan dengan ikhlas,yaitu dilaksanakan semata-mata mengharap ridho,rahmat,balasan atau pengakuan dari Allah dan tidak pada selain Allah.Mengharap balasan akhirat dan tidak mengharap balasan dunia.
Beberapa dalil yang memerintahkan kita untuk ikhlas beribadah kepada Allah,antara lain:
“Sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya” (QS. Al Mukmin:14)
“Sesungguhnya amal perbuatan itu (tergantung) pada niatnya,dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan” (HR. Bukhari).
2. Dilaksanakan sesuatu dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW adalah suri teladan umat Islam,Nabi SAW tidak pernah mengajarkan dan mencontohkan pemakaian gelar haji bagi orang yang telah melaksanakan ibadah haji.
Berdasarkan kedua syarat di atas,maka jelaskah bahwa memakai gelar haji tidaklah memberi manfaat bagi pemakai,tetapi sebaliknya justru kemudharatan yang akan diperolehnya,antara lain:
1. Bakal merusak pahala atau bahkan membuat ibadah haji ditolak,bilamana niat kita berhaji hanya untuk memperoleh gelar,memperoleh pengakuan dari manusia sebagai umat yang sempurna keislamannya dan pengakuan sebagai orang yang mampu.
2. Memakai gelar haji berarti mengungkap-ungkap/menyebut-nyebut ibadah yang telah dilakukan kepada sesama manusia.Menyebut-nyebut ibadah yang telah dilakukan kepada sesama manusia adalah termasuk pamer ibadah riya’ sedangkan riya’ menurut Rasulullah SAW termasuk syirik kecil.Hanya Allah yang tahu ibadah haji kita,diterima atau tidak,olehnya itu tidak perlu diungkap-ungkap kepada sesame manusia.
3. Dapat menimbulkan kesombongan atau sikap membangga-banggakan diri,sedangkan ini adalah termasuk sifat yang amat dibenci oleh Allah.Sombong dapat membuat seseorang menjadi penghuni neraka.

SAUDARA-SAUDARA PENGIKUT RASULULLAH SAW YANG DIRAHMATI ALLAH
Akhirnya kami menyimpulkan bahwat tidak disyariatkan dalam Islam menjadikan ibadah sebagai gelar seseorang,karena hal seperti itu bisa mengarah kepada riya’ dan kesombongan yang bisa merusak pahala ibadah haji.Oleh karena itu,memakai gelar haji bagi orang yang telah menunaikan ibadah haji termasuk bid’ah,setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan balasannya adalah neraka (HR.Muslim).
Gelar haji tidak dipakai oleh Rasulullah SAW,tidak pula oleh para sahabat,para tabiin dan tabiut tabiin serta tidak pula para imam mazhab.Oleh karena itu sebaiknya kita menjadikan mereka sebagai contoh dengan tidak memakai gelar haji.
Sebaiknya orang yang memahami bahwa memakai gelar haji adalah bid’ah tidak membiasakan diri memanggil atau menyapa seseorang dengan memakai gelar haji,karena tindakan seperti itu termasuk pengakuan tentang adanya gelar haji dalam Islam,padahal Allah dan Rasul-Nya tidak mengakui penggunaan gelar ibadah.
Bagi umat Islam yang benar-benar mengharapkan ridho,rahmat dan balasan haji,maka laksanakanlah ibadah haji dengan ikhlas,tanpa harus memamerkannya kepada orang lain,karena ibadah haji itu adalah urusan kita dengan Allah dan bukan urusan dengan sesama manusia dinilai oleh Allah dan bukan dinilai oleh Allah.Mengharap pengakuan Allah dan bukan pengakuan sesama manusia.Mengharap balasan dari Allah dan bukan balasan dari sesama manusia.
Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi kita semua terutama bagi penulis sekeluarga,yang kemamfaatan dalam mengaruh hidup di atas sunnah,karena hanya sunnahlah jalan yang benar menuju keridhoan Allah.(Palajau,24 Mei 2015).

MITOS BULAN MUHARRAM

Posted on Updated on

Oleh:Ella’ Sahabuddin
katakan allah itu esa

Sebahagian besar umat Islam di negeri ini,termasuk di daerah Jeneponto ini-yang berpendidikan maupun yang tidak berpendidikan-sangat percaya mitos Bulan Muharram (Bulan Suro dalam penanggalan Jawa).Mereka percaya pada kesialan-kesialan bila melakukan suatu hajatan di Bulan Muharram. Mereka menghindari Bulan Muharram untuk melakukan hajatan pernikahan,mendirikan atau pindah rumah,atau khitanan anak.Mereka sudah diliputi rasa takut akan datangnya kesialan bila melakukan hajatan di bulan tersebut,seperti perceraian atau kematian pasangan,kemiskinan,kebakaran rumah dan berbagai kecelakaan yang bakal menimpa. Mungkin bisa dimaklumi kalau orang-orang yang tidak pernah menduduki bangku sekolah mempercayai mitos Bulan Muharram,tetapi sangat disayangkan bila kepercayaan yang bersumber dari prasangka nenek moyang ini juga merusak akal dan akidah orang-orang yang berpendidikan,apalagi bila menjangkiti guru-guru/tokoh agama kita.
Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW menyuruh kita untuk menuntut ilmu,karena dengan ilmu kita bisa mengenal kebenaran dan bisa membedakannya dengan kebatilan.Bukankah Allah SWT melarang kita mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan,atau menyembunyikan kebenaran padahal kita mengetahuinya ?(QS.Al Baqarah:42).Dan kita sudah sering mendengar perkatakaan bahwa agama tanpa ilmu akan sesat.Sebagai umat Islam,tentu menjadi pertanyaan adakah keterangan dari Allah SWT dan Rasul-Nya tentang kesialan Bulan Muharram ?.
Tidak ada keterangan Allah dalam wahyu yang diturunkannya bahwa di antara waktunya yang 12 bulan itu ada yang baik dan ada buruk/sial.Semuanya sama yang di dalamnya terjadi peristiwa yang berpasangan,yaitu kebaikan dan keburukan.Kebaikan dan keburukan itu sebagai ujian yang menimpa seseorang sesuai dengan takdirnya.Melalui Al Quran, Allah bersumpah dengan menggunakan waktu: “Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menepati kesabara” (Q.S. Al Asr : 1-3).Dari ayat tersebut,jelaslah bahwa tidak ada waktu yang sial yang membawa kerugian bagi manusia,justru yang sial adalah manusia yang menyia-nyiakan waktu,mengisi waktu dengan perbuatan maksiat atau yang tidak bermanfaat dalam hidupnya.

38
Allah SWT telah menciptakan waktu,siang dan malam,semuanya untuk manusia.Siang maupun malam akan membawa keberuntungan bagi yang memanfaatkannya untuk kepentingan hidupnya di dunia dan di akhirat, misalnya : “Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya” (Q.S. Ar Ruum : 23).“Dan karena Rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya” (Q.S. Al Qashash : 73). Waktu siang dipakai untuk bekerja dan menjalankan ibadah, yang di antaranya ada waktu khusus yang dimuliakan Allah untuk melaksanakan suatu ibadah seperti waktu Dhuha. Waktu malam yang dipakai untuk istirahat dan menjalankan ibadah, yang diantaranya ada waktu yang dimuliakan Allah seperti malam yang sepuluh (di Bulan Ramadhan) malam bila berlalu (sepetiga malam terakhir), fajar subuh dan sebelum terbit matahari.
Banyak di antara kita tanpa dasar ilmu menghubung-hubungkan antara waktu pelaksanaan hajatan dengan peristiwa buruk yang menimpah sesudahnya. Dengan hanya berdasarkan prasangka menyalahkan waktu,misalnya gara-gara menikah di Bulan Muharram sehingga bercerai, gara-gara mendirikan rumah di Bulan Muharram sehingga rumah itu terbakar.
Kepercayaan pada kesialan yang terkandung dalam Bulan Muharram hanyalah sebuah mitos,yaitu keperbacayaan yang lahir dari prasangka tanpa ada kebenaran yang dikandung di dalamnya.Allah yang menciptakan waktu tidak pernah menurunkan keterangan tentang adanya waktu yang sial.Justru dalam Al Quran,Allah menyatakan bahwa Bulan Muharram adalah satu dari empat bulan hijriah yang dimuliakan Allah,yang didalamnya diharamkan melakukan kecurangan,penganiayaan atau pertumpahan darah manusia.Dan Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah bulan Allah,Muharram.
Kebenaran datangnya dari Allah, bahwa segala kesialan atau keburukan yang menimpa suatu negeri atau kaum disebabkan karena berlakunya ketetapan Allah yang telah tertulis dalam Kitab Lauh Mahfudz (Q.S. Al Hadid : 22), atau “Apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri” (Q.S. An Nisaa : 79), atau “Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kapada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka” (Q.S. Al Maaidah : 49), atau “Sesungguhnya kami akan menurunkan adzab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik” (Q.S. Al Ankabut : 34), atau “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia” (Q.S. Ar Ruum : 41).
Dari ayat-ayat tersebut jelaslah bahwa kebaikan dan keburukan yang menimpa manusia karena takdir yang telah ditetapkan Allah baginya telah berlaku.Dan takdirnya itu telah tercatat jauh sebelum terciptanya langit dan bumi.Dan segala peristiwa itu ada hikmahnya bagi manusia,antara lain sebagai ujian atau sebagai teguran agar manusia tersebut sadar atas dosa-dosanya dan kembali ke jalan Allah.Keburukan yang menimpa manusia bukan karena kesalahan waktu melainkan kesalahan manusia itu sendiri.
Alangkah ruginya seorang penuntut ilmu yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi dengan meraih gelar kailmuan lantas tidak dipergunakan akalnya untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Allah, melainkan mengikuti prasangka-prasangka orang banyak yang bersumber dari kebodohan orang-orang zaman jahiliyah (pra Islam). Peredaran waktu adalah salah satu tanda kekuasaan Allah.Waktu adalah masa berlakunya kekuasaan dan ketetapan- ketetapan Allah atas diri makhluk-Nya. Ketetapan Allah itu telah tertulis dalam Kitab LAuh Mahfudz jauh sebelum diciptakannya langit dan bumi (Q.S. Al Hadid :22).
Bukalah mata hatimu dan lihatlah peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi ini terhadap alam atau terhadap manusia. Keberuntungan ( kebaikan) dan kesialan (keburukan) silih berganti. Di hari yang sama sebagian manusia meraih keuntungan dan sebagian lainnya meraih kerugian/keburukan. Ada yang lahir dan ada yang mati, ada yang menikah dan ada yang bercerai, ada yang bergembira dan ada yang bersedih.Tidak ada satu pun hari yang di dalamnya semua manusia meraih keberuntungan dan tidak pula semuanya meraih kesialan.Tidak ada yang bisa menghilangkan kesialan yang hendak didatangkan oleh Allah kepada manusia kecuali Allah sendiri (QS.Ar Rad:11 ).Jadi berusaha menghindari kesialan atau mendatangkan keberuntungan dengan memilih waktu baik dan menghindari waktu buruk hanyalah sebuah kesesatan yang mengada-ada dalam beragama yang kelak Allah akan membalasnya (QS.Al An Aam:138 )
Bukalah mata hatimu dan lihatlah kenyataan-kenyataan dalam masyarakat. Misalnya sepuluh orang melangsungkan pernikahan dalam waktu yang sama (baik), apakah rumah tangga mereka dijamin sama dalam keberuntungan. Kenyataannya ada yang kaya (untung), ada yang miskin (sial), ada yang akur (untung), ada yang bercerai (sial), ada yang membeli kendaraan (untung), dan ada yang ditabrak kendaraan (sial). Kalau saja ada waktu yang membawa keberuntungan tentu tidak akan ada perceraian, rumah tangga yang miskin atau janda dan duda muda. Kenyataannya, semuanya mengikuti takdirnya masing-masing,yang ditetapkan baginya pasti terjadi dan yang tidak dtetapkan baginya pasti tidak akan terjadi (QS.At Taubah:51).
Mencela waktu tertentu yang telah diciptakan Allah telah ada sebelum diutusnya Muhammad mengajarkan Islam. Banyak orang-orang jahiliyah yang tersesat karena mempercayai keberuntungan dan kesialan yang dikandung oleh waktu.Kalau hendak melakukan suatu hajatan berbondong-bondong dulu ke rumah dukun atau orang yang dianggap pintar menanyakan waktu yang baik.Dukun atau orang sok pintarpun memberinya waktu yang baik dan mengatakan waktu yang ini adalah buruk/sial. Maka Rasulullah SAW melarang kepada seluruh umat Islam untuk mencela waktu. Larangan ini berlaku sejak Rasulullah SAW masih hidup pada hari kiamat. Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah berfirman : manusia menyakiti Aku, dia mencela waktu, padahal Aku-lah (pemilik/pengatur) waktu.Aku-lah yang mengatur malam dan sang silih berganti” (HR. Muntafaq alaih). Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah mencela waktu, karena sesungguhnya Allahlah yang menciptakan waktu” (HR.Muslim). “Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercayai ucapannya berarti kufur terhadap Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad” (HR.Ahmad).“Bukan umatku, orang yang mempercayai tanda-tanda keberuntungan dan tanda-tanda kesialan” (HR. Al Bazaar ).Allah melarang kita mempercayai ramalan-ramalan,bahwa bila melakukan sesuatu di waktu begini atau begitu akan terjadi suatu keburukan. Hari esok kita ada dalam pengetahuan Allah yang dirahasiakannya (gaib).Tidak seorangpun manusia yang tahun tentang hari esoknya kecuali Allah (QS. An Naml:65).
Kebanyakan manusia mempercayai waktu baik dan waktu buruk hanya karena ikut-ikutan pada kepercayaan nenek moyang atau orang banyak, padahal Allah telah mengingatkan manusia agar :
“Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu atasnya, sesungguhya pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban” (Q.S. Al Israa : 36).“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka” (Q.S. Al An’aam : 116). “Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan, sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran” (Q.S. An Najm : 28).
Wahai saudaraku seagama Islam,semua waktu siang dan malam dicptakan oleh Allah untuk kita untuk mengusahakan kehidupan dunia dan akhirat.Untuk kehidupan dunia,siang untuk berusaha dan malam untuk Istrahat,sedangkan untuk kehidupan akhirat semua waktu bisa bernilai ibadah bila diisi sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.Janganlah mau terpedaya oleh orang-orang yang tidak berilmu pengetahuan yang benar.Katakanlah bahwa Bulan Muharram adalah bulan baik yang mendatangkan kebaikan bila diisi dengan kebaikan.Mendatangkan keburukan bila diisi dengan keburukan.(Palajau,Nop.2013).

HAL YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA

Posted on Updated on

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Alhamdulillahi Rabbil Alamin,wassalatu wassalam ala nabiyullah SAW wa ala alihi wa jamaah muslimin wal muslimat.ammabaadu
Marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan sebenar-benarnya, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta dengan mensyukuri segala nikmat-Nya,antara lain nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita masih bisa memasuki bulan ramahdan tahun ini untuk memperbaiki dan memperbanyak bekal ke negeri akhirat..
Shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dan senantiasa taat kepada-Nya.Pada kesempatan ini saya akan membawakan ceramah yang berjudul HAL-HAL YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
dirga makan
Ma’asryl muslimin wal muslimat rahimakumullah
Ada sejumlah maasalah yang sering menjadi perselisihan di antara kaum muslimin seputar pembatal-pembatal puasa. Di antaranya memang ada yang menjadi permasalahan yang diperselisihkan di antara para ulama. Namun ada pula hanya sekadar anggapan yang berlebih-lebihan dan tidak dibangun di atas dalil. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa fatwa ulama diambilkan dari kitab Fatawa Ramadhan tentang hal-hal masalah-masalah yang diperselisihkan tentang pembatal-pembatal puasa.Ada tiga hal penting yang perlu kita ketahui sebagai aturan pokok berpuasa,yaitu:
1. Puasa adalah menahan lapar,haus dan nafsu birahi pada siang hari mulai dari terbit fajar sampai terbenangnya matahari.
2. Puasa dilakukan dengan sengaja,maka sesuatu yang menjadi pembatal dapat membatalkan puasa apabila dilakukan dengan sengaja dan tanpa paksaan.
3. Pembatal puasa adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi hilangnya rasa lapar,haus dan terpenuhinya nafsu birahi,atau yang telah dinyatakan oleh suatu dalil sebagai pembatal puasa.
Ma’asryl muslimin wal muslimat rahimakumullah

Bersadarkan ketiga hal di atas maka ada beberapa hal yang dianggap sebagian diantara kita sebagai pembatal puasa padahal sebenarnya tidak membatalkan puasa,yaitu:
1. Makan,minum yang dilakukan tidak sengaja,lupa atau dipasksa,atau dipaksa bersetubuh tidak membatalkan puasa. Begitu pula orang yang tidak tahu dari sisi waktunya, seperti orang yang menunaikan sahur setelah terbit fajar dalam keadaan yakin bahwa waktu fajar belum tiba.
2. Orang yang muntah bukan karena keinginannya (tidak sengaja) tidaklah batal puasanya. Hal ini sebagaimana tersebut dalam hadits:
مَنْ ذَرَعَهُ قَيْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عـَليَهِ قَضَاءٌ، وَإِنِ اسْـتَقَاءَ فَلْيَـقْضِ
“Barang siapa yang muntah karena tidak disengaja, maka tidak ada kewajiban bagi dia untuk mengganti puasanya. Dan barang siapa yang muntah dengan sengaja maka wajib baginya untuk mengganti puasanya.” (HR. Abu Dawud, )
Oleh karena itu, orang yang merasa mual ketika dia menjalankan puasa, sebaiknya tidak memuntahkan apa yang ada dalam perutnya karena hal ini akan membatalkan puasanya. Jangan pula dia menahan muntahnya karena ini pun akan berakibat negatif bagi dirinya. Maka biarkan muntahan itu keluar dengan sendirinya karena hal tersebut tidak membatalkan puasa.
2. Menelan ludah yang tidak bisa dihindari dan akan sangat memberatkan tidaklah membatalkan puasa. Adapun dahak, wajib untuk diludahkan apabila telah berada di rongga mulut dan tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk menelannya karena hal itu memungkinkan untuk dilakukan dan tidak sama dengan ludah.”
Ma’asryl muslimin wal muslimat rahimakumullah
4. Keluar darah bukan karena keinginannya seperti luka, atau karena keinginannya namun dalam jumlah yang sedikit, tidaklah membatalkan puasa. Tetapi pengambilan darah dalam jumlah yang banyak jika berakibat lemahnya badan dan membutuhkan zat makanan, maka membatalkan puasa.Maka, orang yang keluar darahnya akibat luka di giginya baik karena dicabut atau karena terluka giginya tidaklah batal puasanya. Namun dia tidak boleh menelan darah yang keluar itu dengan sengaja. Begitu pula orang yang dikeluarkan sedikit darahnya untuk diperiksa golongan darahnya tidaklah batal puasanya.
5. Pengobatan yang dilakukan melalui suntik arena sesuatu hal yang mengharuskannya disuntik, tidaklah membatalkan puasa, karena obat suntik tidak tergolong makanan atau minuman. Keduanya bukanlah saluran yang akan mengalirkan obat ke kerongkongan, Berbeda halnya dengan infus, maka hal itu membatalkan puasa karena berfungsi sebagai zat makanan. Begitu pula pengobatan melalui tetes mata atau telinga tidaklah membatalkan puasa kecuali bila dia yakin bahwa obat tersebut mengalir ke kerongkongan.. Maka obat yang diteteskan melalui mata atau telinga tidaklah membatalkan puasa.
6. Mencium dan memeluk istri tidaklah membatalkan puasa selama tidak keluar air mani meskipun mengakibatkan keluarnya madzi. Rasulullah n bersabda dalam sebuah hadits sahih yang artinya, “Dahulu Rasulullah n mencium (istrinya) dalam keadaan beliau berpuasa dan memeluk (istrinya) dalam keadaan beliau puasa. Akan tetapi beliau adalah orang yang paling mampu menahan syahwatnya di antara kalian.” (HR. Bukhari).akan tetapi bagi orang yang mengkhawatirkan keluarnya mani dan terjatuh pada perbuatan jima’ karena syahwatnya yang kuat, maka yang terbaik baginya adalah menghindari perbuatan tersebut. Karena puasa bukanlah sekadar meninggalkan makan atau minum, tetapi juga meninggalkan syahwatnya. Rasulullah n bersabda:
7. Menggosok gigi dengan pasta gigi tidak membatalkan puasa. Namun dia harus menjaga agar tidak ada yang tertelan ke dalam kerongkongan, sebagaimana diperbolehkan bagi dirinya untuk berkumur dan memasukkan air ke hidung dengan tidak terlalu kuat agar tidak ada air yang tertelan atau terhisap. Namun seandainya ada yang tertelan atau terhisap dengan tidak sengaja, tidaklah membatalkan puasa
8. Menyiram kepala dan badannya dengan air untuk mengurangi rasa panas atau haus tidak membatalkan puasa. Bahkan boleh pula untuk berenang di air dengan selalu menjaga agar tidak ada air yang tertelan ke kerongkongan.
9. Mencicipi masakan tidaklah membatalkan puasa, dengan menjaga jangan sampai ada yang masuk kerongkongan.
Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abbas ra dalam sebuah atsar, “Tidak apa-apa bagi seseorang untuk mencicipi cuka dan lainnya yang akan dia beli.” (Atsar ini dihasankan asy-Syaikh al-Albani di al-Irwa’ no. 937)
Demikian beberapa hal yang bisa kami ringkaskan dari penjelasan para ulama. Yang paling penting bagi setiap muslim, adalah meyakini bahwa Rasulullah n tentu telah menjelaskan seluruh hukum yang ada dalam syariat Islam ini. Maka, kita tidak boleh menentukan sesuatu itu membatalkan puasa atau tidak dengan perasaan semata. Bahkan harus mengembalikannya kepada dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta penjelasan para ulama.Rasullah SAW bersabda: “Tinggalkan hal-hal yang meragukan kepada yang tidak meragukan.” (HR. at-Tirmidzi).Wallahu a’lam bish-shawab.Kalau ada yang benar itu datangnya dari Allah dan kalau ada yang salah itu dari diri saya sendiri.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ceramah Ramadhan:Anak Shalih Adalah Masa Depan Orang Tua

Posted on Updated on

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraatuh
Al-hamdulillah, puji syukur kita kepada Allah, di mana kita masih diberi nikmat karunia-Nya, sehingga sampai saat ini, kita masih bisa menyaksikan dan menyambut lagi kedatangan Bulan suci Ramadhan, pada tahun ini. Salam penghormatan dan keselamatan kita kirimkan kepada guru agama kita Rasulullah Muhammad SAW yang telah mengajar kita ajaran agama yang benar sehingga kita bebas dari ajaran-ajaran nenek moyang yang sesat.
DSC_0002013
Jemaah muslimin wal muslimat yang semoga dirahmati Allah
Pada malam ini saya akan membawakan ceramah singkat yang berjudul Pentingnya Memiliki Anak Shaleh
Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya.
Sewaktu melangsungkan pernikahan maka pertama kali yang dipikirkan dan yang dilakukan adalah membuat anak.Bila bertemu dengan keluarga atau sahabat maka yang pertama dipertanyakan anah anak. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bangga bila umatnya memiliki banyak anak,sebagaimana sabdanya:تَزَوَّجُوا الْوَلُوْدَ وَالْوَدُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمْ.
Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Daud).
Namun, yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih, agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. Namun keinginan orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. Keinginan tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan.
Jamaah tarwih yang semoga dimuliakan Allah
Sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi bintang film (Artis), bintang iklan, fotomodel dan lain-lain. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti artis-artis yang terkenal itu. Padahal dibalik itu semua mereka tidak tahu kehidupan buruk artis-artis yang mereka ideolakanm,yang jauh dari tuntunan agama.ehidupan sebagian besar artis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. Hura-hura, pergaulan bebas, miras, narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka.Mereka tidak tahu arah dan tujuan mereka diciptakan oleh Allah yaitu semata-mata untu berbakti kepada-Nya.
Jamaah tarwih yang semoga dimuliakan Allah
Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya, maka Orang tua harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agamanya.Mengabaikan pendidikan agama akan membuat anak kita menjadi salah arah dan keluar dari jalan kebenaran.Karena Pendidikan agama dapat membuat anak kita memiliki keyakinan dan ibadah yang benar,menjadi anak yang saleh,yang suka bekerja keras,jujur dan akhlak mulai lainnya.
Jamaah tarwaih yang semoga dimuliakan Allah
Anak yang saleh dapat menjadi penolong bagi tuanya bila telah mati. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , bersabda:
إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.
Artinya: “Jika mati anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim).
Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan,melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala , dan menjauhi larangan-laranganNya. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan agama-Nya, maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala dan senang bermaksiat kepadaNya. Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus.
Jika anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala .

Jamaah tarwaih yang semoga dimuliakan Allah
Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu, amalan-amalan mereka senantiasa bersambungan dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah mati. Jadi Sebagai orang tua yang beriman kepada kehidupan akhirat jadikanlah anak-anak kita sebagai anak saleh,antara lain dengan cara.
1. Didiklah dengan ajaran agama yang benar
2. Berilah contoh atau teladan bagaimana menjadi orang saleh.Pemberian contoh atau teladan jauh lebih berrti daripada hanya sekedar berkata.Kalau menginginkan anaknya rajin ke masjid maka orangtuanya harus rajin ke masjid.
3. Awasi perilaku anak,tegur dan perbaiki kesalahannya
4. Beri semangat dengan pujian atau hadiah bila anak melakukan suatu kebajikan
5. Jangan segang menghukum anak yang suka melanggar aturan dengan hukuman mendidik yaitu yang tidak merusak mental anak.
Pendidikan yang didapatkan anak di dalam keluarga merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak, kepribadian dan karakternya.
Sebagai kesimpulan bahwa Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman, maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman, maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan,Wassalamu alaikum Wr.Wb.

Ceramah Ramadhan KEUTAMAAN PUASA

Posted on Updated on

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Alhamdulillahi Rabbil Alamin,wassalatu wassalam ala nabiyullah SAW wa ala alihi wa jamaah muslimin wal muslimat.ammabaadu
Marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan sebenar-benarnya, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta dengan mensyukuri segala nikmat-Nya,antara lain nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita masih bisa memasuki bulan ramahdan tahun ini untuk memperbaiki dan memperbanyak bekal ke negeri akhirat..
Shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dan senantiasa taat kepada-Nya.Pada kesempatan ini saya akan membawakan ceramah yang berjudul Keutamaan puasa
uzt ulis
Jamaah tarwih yang sama-sama berbahagia
Setiap umat Islam pasti pasti sudah tahu yang namanya puasa.Shaum atau puasa secara bahasa bermakna imsâk atau menahan; dan secara syar’i bermakna: Menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan mulai terbitnya fajar shubuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.Segenap umat Islam sepakat bahwa puasa di bulan Ramadhan itu hukumnya fardhu (wajib). Dalilnya adalah firman Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah: 183)
Dalil dari hadits (sunnah) adalah sabda Rasulullah,yang artinya
“Islam dibangun di atas lima perkara, –disebutkan di antaranya– puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari).
Barangsiapa yang tidak berpuasa sekalipun satu hari di siang Ramadhan tanpa udzur (alasan yang dibenarkan syara’) maka ia telah melakukan satu dosa besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda tentang mimpi yang pernah ia saksikan:
“Sampai ketika aku berada di tengah gunung, tiba-tiba terdengar suara-suara yang sangat keras. Maka aku bertanya, “Suara apa ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah teriakan penghuni neraka.” Kemudian dia (Jibril) membawaku pergi, tiba-tiba aku telah berada di hadapan suatu kaum yang digantung dengan kaki di atas dan sudut mulut mereka terkoyak, dari sudut mulut mereka bercucuran darah. Maka aku bertanya, “Siapa mereka?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum sampai waktunya.” (Shahihut Targhib wat Tarhib: 1/420)
Jamaah tarwih yang sama-sama berbahagia
Keutamaan puasa itu sangat besar. Di antara hadits shahih yang menerangkan keutamaannya adalah bahwasanya puasa telah dikhususkan oleh Allah bagi diri-Nya, dan bahwasanya Dialah yang langsung memberikan pahalanya, dengan melipatgandakan pahalanya untuk orang yang berpuasa dengan tanpa batas. Hadits menyebutkan:
“Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah milik (bagi)-Ku dan Aku yang memberikan pahalanya.” (HR. Al-Bukhari).
Dan sesungguhnya puasa itu tiada tandingannya, do’a orang yang berpuasa tidak ditolak, orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, yaitu apabila ia berbuka puasa ia gembira karenanya, dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya ia bahagia karena puasanya, puasa dapat memberikan syafa’at pada hari Kiamat kepada orang yang berpuasa, dimana ia akan berkata, “Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makanan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberikan syafa’at kepadanya”, dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak kasturi, puasa adalah perisai dan benteng yang paling kuat (yang mencegah) dari api neraka, dan barangsiapa yang berpuasa satu hari fi sabilillah niscaya Allah menjauhkan mukanya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan, dan barangsiapa berpuasa satu hari karena semata mengharap keridhaan Allah dan ia mati dalam keadaan berpuasa, niscaya ia akan masuk surga, di surga itu ada pintu yang disebut Rayyan, darinya orang-orang yang berpuasa masuk (surga) dan tidak seorang pun masuk lewat pintu itu selain mereka.
Sesungguhnya Ramadhan merupakan pilar (rukun) Islam, Al-Qur’an diturunkan di dalam bulan ini dan pada bulan ini pula terdapat Lailatul Qadar yang lebih baik dari pada seribu bulan. Apabila bulan Ramadhan tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Puasa di bulan Ramadhan sama dengan puasa sepuluh bulan penuh.
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni, dan Allah mempunyai banyak orang-orang yang dibebaskan (dari neraka) pada setiap berbuka.
Jamaah tarwih yang sama-sama berbahagia
Puasa mengandung banyak hikmah dan faedah,antara lain:
1. yang berkisar pada ketaqwaan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata’aala di dalam firman-Nya: “agar kamu bertaqwa.”.Sesungguhnya apabila nafsu dapat menahan dirinya dari perbuatan halal karena mendambakan keridhaan Allah subhanahu wata’aala dan takut hukuman-Nya, maka sudah pasti tunduk untuk menahan diri dari yang haram.
2. Sesungguhnya apabila perut seseorang lapar, maka rasa lapar indra yang lain terhalangi, dan apabila perutnya kenyang, maka akan laparlah lisan, mata, tangan dan kemaluannya (nafsu seksnya). Jadi, puasa itu dapat mematahkan rongrongan setan dan melumpuhkan syahwat dan menjaga anggota tubuh.
3. Sesungguhnya apabila orang yang berpuasa itu merasakan penderitaan lapar, maka ia akan merasakan pula penderitaan orang-orang fakir, maka akan timbullah rasa belas kasih dan uluran tangan untuk menutup kebutuhan mereka.
4. Sesungguhnya puasa dapat mendidik dan menumbuhkan kemauan menghindarkan dari hawa nafsu dan jauh dari kemaksiatan, karena di waktu berpuasa kita dapat memaksa tabi’at kita dan menyapih nafsu dari kebiasaan-kebiasaannya.
5. Puasa juga membiasakan kita berdisiplin dan tepat waktu, yang mampu menanggulangi keteledoran banyak orang jikalau mereka berakal.
6. Puasa juga menampakkan prinsip kesatuan kaum muslimin, dimana segenap umat berpuasa dan berhari raya bersama pada bulan yang sama.
7. Di dalam berpuasa juga terdapat kesempatan yang sangat berharga bagi para da’i untuk menyeru manusia ke jalan Allah subhanahu wata’aala dimana pada bulan ini hati mereka cenderung ke mesjid-mesjid.
Sebagai kesimpulan marilah kita meraih keutamaan dan manfaat puasa dengan melaksanakan puasa yang sebenar-benarnya,melaksanakan amalan sunnah pendukungnya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak pahalanya,terimah kasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kesalahan saya, Wassalamu alaium wr.wb.