BENARKAN DALAM ISLAM ADA ROH GENTAYANGAN ?

Berbagai kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat Islam tentang roh orang yang telah mati ( terkubur ) , diantaranya :
a. Roh gentayangan,yaitu roh yang diyakini tidak/ belum mempunyai tempat yang tetap di dalam kubur. Roh gentayangan ini lahir berbagai istilah,diantaranya arwah penasaran ,pocong,hantu,sundel bolong,kuntilanak,dan lain-lain. Roh gentayangan ini diyakini masih berkeliaran di muka bumi dan menganggu orang-orang masih hidup,terutama yang terkait dengan sebab-sebab kematiannya.
b. Roh berkeliaran,yaitu roh yang diyakini sudah memiliki tempat di alam kubur,namun pada waktu-waktu tertentu berkeliaran dimuka bumi atau menemui keluarganya,seperti memasuki bulan puasa,pada hari lebaran,dan sebagainya.
c. Roh kembali kedunia (hidup kembali),yaitu roh yang diyakini memperoleh izin dari Allah ( karena ketinggian ilmu tariqatnya)untuk menjalani kembali kehidupan dunia ditempat atau pada tubuh yang lain(reinkarnasi dalam istilah Hindu)

Kepercayaan terhadap roh gentayangan melahirkan ritual mengusir roh jahat,sedangkan kepercayaan kepada roh berkeliaran melahirkan ritual “assuro ammaca”dan kepercayaan kepada kehidupan kembali (reingkarnasi) mendorong manusia menuntut ilmu tariqat. Apakah semua itu benar menurut tinjauan Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW?
Allah melalui Al Quran tidak mengajarkan adanya roh manusia yang sudah berada di dalam kubur(baik roh yang baik maupun roh yang jahat)bisa kembali berkeliaran di muka bumi ini baik mencelakai atau menolong manusia yang masih hidup. Tidak ada pula keterangan dalam Al Quran bahwa orang mati bisa masuk kedalam tubuh manusia yang masih hidup(kesurupan).
Allah dalam Q.S Al Mukminum:99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali kedunia,kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang kafir (roh jahat)terkurung dalam penjara alam kubur. Dan pada ayat lain (Q.S Arrum:56),jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam kubur)untuk bisa kembali ke dunia ini .
Rasullah SAW mengabarkan bahwa setelah roh keluar dari tubuh manusia (mati),roh itu diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah).Setelah itu dikembalikan kealam kubur. Dialam kubur roh mendapat pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Melalui pemeriksaan itulah roh ditempatkan pada tempat yang layak baginya”kemudian dibukakanlah untuknya pintu kearah surga.Lalu kepadanya dikatakan; Inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserakan oleh Allah untukmu yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya.Mayit itu merasakan kenikmatan yang besar dan umat berbahagia.Kemudian dikelurkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di dalamnya.Tubuhnya dikembalikan sebagai mana permulaan dahulu.Rohnya diletakkan di dalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger di salah satu pohon surga”(H.R Ahmad)”.
Seorangkan manusia yang durhaka tempatnya di dalam penjara yang panas di bawah tanah yang dibatasi oleh dinding.Sebagai mana yang diberikan Allah bahwah”di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka di bangkitkan”(Al Mu’minum:100).Dan Allah telah memperlihatkan kepada Rasulullah SAW tentang siksaan orang-orang yang durhaka didalam kubur(HR.Bukhari).Jadi secara logika (akal) bahwa roh yang telah merasakan kenikmatan alam kubur tidak akan munkin tertarik lagi untuk kembali kedunia,sedangkan roh yang terpenjara akan mungkin pula bebas meninggalkan penjaranya berkeliaran di dalam dunia.
Berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan hadis maka jelaslah bahwa tidak ada roh gentayangan,yang ada adalah roh orang yang mukmin tidak bisa terangkat keatas gara-gara utangnya yang belum terbayar oleh rasulullah SAW telah menegarkan bahwa tidak ada hantu,di dalam arti roh mati kedunia mengganggu manusia (HR.Muslim).Apa yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat islam hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin.Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu.Setanlah yang masuk kedalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua,atau orang-orang saleh.karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk kedalam tubuh manusia,sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa,’’sesungguhnya setan (jin) beredar didalam diri manusia seperti aliran darah ‘’(HR.Bukhari muslim).Setinggi-tingginya ilmu manusia,tidak ada yang diberi kemampuan untuk masuk kedalam tubuh manusia lainnya.
Dengan tipu daya seperti ini,setan menyesatkan manusia,merusak iman dan menyuruhnya dan melakukan amalan-amalan sesat seperti mempersembahkan sajian,memakai jimak atau jampi-jampi atau menyuruh mendatangi suatu tempat yang dianggap keramat.Janganlah tertipu,walaupun mereka mengaku sebagai Allah,sebagai Malaikat,sebagai Nabi,dan sebagai orang saleh,jangan dipercaya,jangan di ikuti kemauannya dan jangan di takuti.Hanya kepada Allahlah kita takut dan hanya kepada-Nya kita berlindung.

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s